JATIMTERBARU.COM, TANGERANG – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenk Polkam) mengapresiasi proses implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PLTU Banten 3 Lontar sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan Objek Vital Nasional (Obvitnas) subbidang ketenagalistrikan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Tim Asisten Deputi Intelijen Keamanan, Bimbingan Masyarakat, dan Obvitnas Kemenko Polkam ke PLTU Banten 3 Lontar, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2026).
Agenda tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi mitigasi gangguan Obvitnas subbidang ketenagalistrikan yang sebelumnya dilaksanakan pada 4 Juni 2026.
Kunjungan lapangan difokuskan pada evaluasi implementasi sistem pengamanan serta kesiapan operasional pembangkit di tengah tantangan penyediaan energi primer, khususnya pasokan batubara.
Berdasarkan hasil evaluasi, isu ketersediaan batubara masih menjadi perhatian, namun secara keseluruhan operasional pembangkit tetap berada dalam kondisi terkendali.
Dari aspek pengamanan, PLTU Banten 3 Lontar dalam proses mengimplementasikan Sistem Manajemen Pengamanan secara internal sejak 2025 dengan nilai evaluasi sebesar 87,57.
Selain itu, pembangkit juga menerapkan berbagai standar internasional, antara lain ISO 50001, ISO 55001, ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, dan ISO 28000 sebagai bagian dari penguatan tata kelola keamanan, keselamatan, lingkungan, hingga manajemen rantai pasok.
Sistem pengamanan pembangkit diperkuat melalui sinergi dengan Polda Banten, TNI Angkatan Laut, Kopassus Grup 1 Serang, serta Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP).
Pengamanan juga didukung 107 personel internal yang telah memperoleh pelatihan dari unsur TNI dan Polri, dilengkapi infrastruktur keamanan berupa pagar, portal, kamera pengawas (CCTV), serta pelaksanaan berbagai simulasi penanganan ancaman, mulai dari unjuk rasa, penyergapan, hingga ancaman bom.
Dari sisi operasional, PLTU Banten 3 Lontar memiliki empat unit pembangkit yang memasok kebutuhan listrik wilayah Banten dan Jakarta.
Untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi primer, PLN secara rutin berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), stakeholder terkait serta unit-unit pembangkit guna memastikan distribusi batubara berjalan optimal.
Asisten Deputi Intelijen Keamanan, Bimbingan Masyarakat, dan Obvitnas Kemenko Polkam M. Sujono mengatakan, hasil kunjungan menunjukkan kesiapan pengamanan dan operasional PLTU Banten 3 Lontar telah berjalan dengan baik melalui penerapan sistem pengamanan yang terintegrasi dan kolaborasi lintas instansi.
“Kemenko Polkam mengapresiasi proses implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) yang telah dilaksanakan di PLTU Lontar dan berharap ke depan seluruh Objek Vital Nasional subbidang ketenagalistrikan dapat berproses untuk hal yang sama, guna memastikan operasional Obvitnas terjamin aman” ujar M. Sujono.
Melalui kunjungan ini, Kemenko Polkam berharap penguatan implementasi Sistem Manajemen Pengamanan dapat terus diperluas di seluruh Obvitnas subbidang ketenagalistrikan sehingga mampu meningkatkan ketahanan infrastruktur obyek vital nasional sekaligus menjamin keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri.
Humas Kemenko Polkam


















