Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Kementan Tutup Masa Tanam Garda Tebu Nusantara di Kediri

9
×

Kementan Tutup Masa Tanam Garda Tebu Nusantara di Kediri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Kementerian Pertanian (Kementan) menutup masa tanam program Garda Tebu Nusantara di Kabupaten Kediri dengan mengembangkan benih tebu unggul varietas Panjalu di lahan seluas 220 hektare.

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu penopang percepatan swasembada gula nasional yang tengah digenjot pemerintah.

Example 300x600

Seremonial tutup tanam digelar di Kebun Benih Datar (KBD) Tebu Panjalu, Dusun Swallow, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Senin (15/6/2026), dan dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pelaksana program, pemerintah desa, serta petani tebu.

Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Firman Mantau, mengatakan, benih unggul merupakan fondasi utama dalam upaya meningkatkan produksi gula nasional.

Menurut Firman, pemerintah sengaja memprioritaskan pembangunan kebun benih agar petani memperoleh bibit yang telah terjamin mutu dan kualitasnya sebelum ditanam di lahan produksi.

“Kalau benihnya sudah unggul dan bersertifikat, maka peluang keberhasilan budidaya akan jauh lebih besar. Karena itu program perbenihan menjadi bagian penting dalam mendukung swasembada gula,” kata Firman.

Pihaknya menilai bahwa varietas Panjalu yang dikembangkan dalam program tersebut merupakan hasil pemuliaan yang berasal dari Kediri.

Varietas ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari pertumbuhan yang baik, batang yang lebih kokoh, hingga potensi rendemen yang lebih tinggi dibanding beberapa varietas lama.

Firman menyebut Panjalu tidak hanya cocok dikembangkan di Kediri, tetapi juga telah melalui serangkaian uji adaptasi di sejumlah wilayah lain di Indonesia.

“Varietas ini sudah diuji di berbagai daerah dan menunjukkan hasil yang baik. Namun karena masih tergolong baru, sosialisasi kepada petani terus dilakukan agar pemanfaatannya semakin luas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Embah Cacing, Abdul Kholiq, mengatakan pihaknya mendapat kepercayaan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut melalui penyediaan dukungan pembiayaan di lapangan.

Kholiq mengakui bahwa Kabupaten Kediri memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri gula nasional karena didukung lahan yang luas serta tradisi masyarakat yang telah lama berkecimpung di sektor perkebunan tebu.

“Kediri memang dikenal sebagai daerah tebu. Potensinya besar dan dukungan petaninya juga sangat kuat. Karena itu program seperti ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas,” katanya.

Kholiq menambahkan, program pengembangan benih tebu tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat karena melibatkan banyak tenaga kerja dalam proses penanaman maupun pemeliharaan tanaman.

Dalam pengamatannya, keberadaan benih unggul menjadi salah satu kebutuhan utama petani untuk meningkatkan hasil panen di tengah tantangan produktivitas yang terus berkembang.

Melalui program Garda Tebu Nusantara, pemerintah berharap ketersediaan benih unggul dapat semakin terjamin sehingga petani memperoleh bahan tanam berkualitas.

Dengan dukungan tersebut, target peningkatan produksi gula nasional dan swasembada gula diharapkan dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *