Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Percepat Hilirisasi, UB Tekan MoU Siapkan Inovasi BOUMI

20
×

Percepat Hilirisasi, UB Tekan MoU Siapkan Inovasi BOUMI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Komitmen Universitas Brawijaya (UB) mulai menggeser orientasi riset dari sekadar menghasilkan publikasi ilmiah menuju penciptaan produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.

Hal itu ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan VOSCO, Mitufaya, dan Grand Mercure Malang Mirama sebagai bagian dari percepatan hilirisasi produk inovasi BOUMI, Kamis (16/7/2026).

Example 300x600

Langkah ini menegaskan bahwa keberhasilan riset tidak lagi diukur hanya dari jumlah jurnal yang diterbitkan, tetapi dari sejauh mana inovasi mampu dikomersialisasikan, menciptakan lapangan usaha, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

MoU ditandatangani Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., bersama Founder VOSCO sekaligus Ketua BPC HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono, S.E., M.M., Founder Mitufaya Taufiq Akbar, serta perwakilan Grand Mercure Malang Mirama yang mewakili General Manager Dr. Sugito Adhi. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak.

Rektor UB Prof. Widodo menegaskan, perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada aktivitas penelitian. Menurutnya, inovasi harus mampu keluar dari laboratorium dan menjadi solusi yang memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.

“Hasil riset harus menjadi produk yang dimanfaatkan masyarakat. Di situlah makna hilirisasi, yakni menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat industri, dan meningkatkan daya saing bangsa,” tegasnya.

Percepatan hilirisasi tersebut dikawal oleh Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) yang selama ini menjadi penghubung antara peneliti dengan dunia usaha. Perwakilan DIKST, Dias Satria, S.E., M.App.Ec., Ph.D., menilai kolaborasi lintas sektor menjadi syarat mutlak agar inovasi tidak berhenti sebagai prototipe.

“Kami ingin produk hasil riset Universitas Brawijaya benar-benar masuk ke pasar, digunakan masyarakat, dan mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Peran tersebut diperkuat PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) yang bertugas menyiapkan strategi komersialisasi, membangun model bisnis, hingga membuka akses kemitraan dan distribusi.

Kehadiran BMU menjadi mata rantai penting agar inovasi kampus tidak berhenti di tahap pengembangan, tetapi mampu menjadi produk komersial yang kompetitif.

Founder VOSCO sekaligus Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menilai Indonesia tidak kekurangan inovasi.

Persoalan utamanya justru terletak pada proses membawa hasil riset masuk ke dunia industri dan diterima pasar.

“Selama ini banyak inovasi kampus berhenti sebagai prototipe. Tantangannya adalah menjadikannya produk yang layak dipasarkan. Dunia usaha siap menjadi akselerator melalui validasi pasar, penguatan model bisnis, hingga perluasan jaringan distribusi. Jika kolaborasi ini berjalan konsisten, hasil riset tidak lagi hanya menjadi dokumen akademik, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi,” tegas Hendi.

Setelah penandatanganan MoU, para mitra langsung membahas langkah implementasi di UB Guest House bersama Direktur Operasional Universitas Brawijaya, Didik Huswo Utomo, Ph.D.

Fokus pembahasan diarahkan pada roadmap pengembangan BOUMI, strategi penetrasi pasar, serta peluang kerja sama lanjutan untuk memperluas skala bisnis.

Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Universitas Brawijaya ingin menjadikan hilirisasi sebagai budaya baru dalam dunia akademik.

Targetnya bukan sekadar menghasilkan inovasi, melainkan melahirkan produk berdaya saing yang mampu memperkuat industri nasional, membuka peluang investasi, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *