Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

168 Atlet Ramaikan Turnamen PTM Tidar Malang

119
×

168 Atlet Ramaikan Turnamen PTM Tidar Malang

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG KOTA — Aktivitas olahraga tenis meja kembali mewarnai kawasan Perumahan Tidar Permai, Jalan Kwoka, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Gedung Serbaguna setempat menjadi arena persaingan 168 atlet dalam Turnamen Tenis Meja Ganda Total Divisi 11 Se-Malang Raya, Minggu (27/9/2026).

Kejuaraan yang digagas Persatuan Tenis Meja (PTM) Tidar Malang tersebut tidak sekadar menjadi ruang adu kemampuan di atas meja pertandingan. Pertemuan para pemain dari berbagai komunitas juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem tenis meja di wilayah Malang Raya.

Example 300x600

Memasuki penyelenggaraan keenam pada September 2026, turnamen ini diikuti 84 pasangan ganda. Peserta pria diwajibkan berusia sekurang-kurangnya 35 tahun, sedangkan kategori wanita tidak dibatasi usia. Ketentuan tersebut membuat kompetisi mampu mempertemukan pemain senior, veteran, hingga penghobi tenis meja dari berbagai kelompok usia.

Ketua PTM Tidar Malang, Agiun, mengatakan keberadaan turnamen tersebut merupakan bagian dari agenda pembinaan yang terus dijaga. Menurutnya, kompetisi secara rutin diperlukan untuk mempertahankan semangat bertanding sekaligus memastikan komunikasi antarklub tetap terjalin.

“Bagi kami, turnamen ini bukan sekadar mencari juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi tetap hidup, klub-klub bisa terus bertemu, dan semangat bermain tenis meja di Malang Raya tetap terjaga,” kata Agiun.

Persaingan menuju podium juara berlangsung ketat sejak pertandingan awal. Setelah melalui sejumlah tahapan pertandingan, pasangan Jatmiko/Julian dari Permata Jingga Pingpong akhirnya tampil sebagai kampiun.

Keduanya berhak membawa pulang trofi juara sekaligus uang pembinaan senilai Rp1.500.000. Penampilan solid sepanjang turnamen mengantarkan pasangan tersebut menjadi yang terbaik pada edisi keenam kompetisi.

Posisi kedua ditempati pasangan Agus/Amel yang memperkuat PTM Fearless. Performa mereka mampu mengantarkan hingga partai final sebelum akhirnya harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up. Atas pencapaian tersebut, keduanya memperoleh trofi dan uang pembinaan sebesar Rp1.000.000.

Sementara itu, dua pasangan berbagi posisi ketiga. Mereka adalah Rouf/Lukman dari PTM Graha-9 dan Bayu/Deni yang menjadi wakil PTM Tidar Malang sebagai tuan rumah. Masing-masing pasangan mendapatkan trofi serta uang pembinaan Rp500.000.

Di luar persaingan perebutan gelar, keberlangsungan turnamen tersebut juga menunjukkan upaya PTM Tidar Malang dalam mempertahankan aktivitas komunitas secara mandiri. Agiun menyebut berbagai kegiatan yang selama ini dijalankan PTM Tidar Malang dilakukan dengan mengandalkan kemampuan internal.

Menurut Agiun, geliat komunitas tenis meja di Malang Raya memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Karena itu, ia berharap keberadaan komunitas di tingkat akar rumput mendapat dukungan lebih luas dari lembaga yang memiliki kewenangan dalam pembinaan olahraga.

Ia mendorong adanya komunikasi dan kolaborasi yang lebih intensif dengan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang.

“Komunitas penghobi memiliki peran penting dalam menjaga regenerasi dan minat masyarakat terhadap tenis meja. Kami berharap PTMSI maupun KONI Kota Malang bisa hadir lebih dekat dengan komunitas, sehingga pembinaan di tingkat bawah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memiliki arah yang lebih jelas,” pungkasnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *