Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

Kodam V/Brawijaya Juara Umum Piala Panglima TNI 2026

127
×

Kodam V/Brawijaya Juara Umum Piala Panglima TNI 2026

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Kontingen karate Kodam V/Brawijaya menunjukkan hasil pembinaan jangka panjang dengan meraih gelar juara umum dalam Kejuaraan Karate Piala Panglima yang berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Prestasi tersebut menjadi buah dari program pembinaan dan Training Center (TC) yang telah dijalankan secara berkelanjutan selama kurang lebih dua tahun. Proses tersebut dilakukan dengan menjaring atlet potensial dari berbagai kelompok usia untuk kemudian dibina secara terpadu.

Example 300x600

Danrem 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPTY) Kolonel Inf Batara Alex Bulo mengatakan, keberhasilan para karateka Kodam V/Brawijaya tidak diperoleh secara tiba-tiba. Menurutnya, capaian di Piala Panglima merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun sejak dirinya mulai menjabat sebagai Danrem.

“Kami sudah dua kali menyelenggarakan Danrem Cup. Saya sudah dua tahun menjadi Danrem,” ujar Batara.

Ia menjelaskan, pembinaan dilakukan dengan mengakomodasi atlet sejak usia dini hingga kategori senior. Sejumlah bibit potensial dikumpulkan dan mendapatkan program latihan secara terarah sebagai bagian dari upaya membangun regenerasi atlet karate di lingkungan Kodam V/Brawijaya.

Program tersebut, lanjut Batara, dijalankan berdasarkan arahan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. Sasaran utamanya adalah membentuk atlet-atlet yang memiliki kemampuan kompetitif sekaligus menjadi bagian dari regenerasi karateka di jajaran Kodam V/Brawijaya.

“Bukan bangun tidur langsung juara. Perjuangan kami dua tahun. Kami mencari bibit-bibit dan hasilnya alhamdulillah, puji Tuhan, kami berhasil juara umum,” kata Batara.

Dalam proses pembinaan, aspek mental atlet juga menjadi perhatian. Batara memilih membangun pola latihan yang tidak semata-mata menekankan tekanan dan beban, tetapi juga menciptakan suasana yang membuat atlet tetap menikmati proses pembinaan.

“Saya sengaja merancang suasana latihan yang menyenangkan agar atlet tidak merasa tertekan,” jelasnya.

Menurut Batara, keseimbangan antara latihan dan waktu istirahat menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan para atlet. Di luar agenda latihan, atlet tetap diberikan kesempatan untuk beraktivitas dan berekreasi atau pesiar sehingga dapat mengurangi kejenuhan.

Namun, pendekatan tersebut bukan berarti mengurangi disiplin ketika sesi latihan berlangsung. Begitu masuk program latihan, para atlet dituntut mengerahkan kemampuan secara maksimal dan menjaga konsentrasi untuk menghadapi pertandingan.

“Penuh dengan kebahagiaan, tidak dibuat tekanan. Pada saat berlatih, serius. Itu caranya, sehingga mereka lepas, bertandang, fight maksimal,” terang Batara.

Keberhasilan merebut gelar juara umum Piala Panglima diharapkan menjadi pemacu bagi Kodam V/Brawijaya untuk terus memperkuat sistem pembinaan karate, sekaligus membuka peluang bagi munculnya atlet-atlet muda baru.

Batara pun mengajak para karateka muda yang memiliki potensi untuk mengikuti program pembinaan yang telah disiapkan melalui Training Center Kodam V/Brawijaya.

“Pesan saya, bergabunglah dengan kami untuk Training Center,” pungkas Batara. (*)

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *