Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

Pengprov Taekwondo Indonesia Jatim Perkuat Kompetensi Pelatih

121
×

Pengprov Taekwondo Indonesia Jatim Perkuat Kompetensi Pelatih

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur memperkuat kualitas pembinaan atlet melalui peningkatan standar kompetensi pelatih. Langkah tersebut diwujudkan lewat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta Penyegaran Pelatih Daerah 2026, yang dirancang untuk memperbarui pengetahuan, mempertajam keterampilan teknis, dan meningkatkan profesionalisme tenaga kepelatihan.

Program yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C, Kabupaten Malang, ini menjadi bagian dari upaya Pengprov TI Jatim menjawab perkembangan taekwondo yang semakin kompetitif. Pelatih dituntut tidak hanya menguasai teknik, tetapi juga memahami regulasi pertandingan, pendekatan ilmu keolahragaan, psikologi atlet, serta metode pembinaan yang relevan dengan kebutuhan olahraga prestasi.

Example 300x600

Diklat tersebut dibuka Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Hendra Prastiyawan, yang hadir mewakili Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Yusman Madayun. Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah pemateri dengan bidang keahlian berbeda untuk memberikan pembekalan yang mencakup aspek teknis, mental, etika, dan kepemimpinan.

Pada sesi awal, Sabemnim Arland menyampaikan materi kode etik dan perilaku pelatih olahraga sebagai landasan profesionalisme dalam menjalankan tugas kepelatihan. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan Poomsae Recognize, yang mencakup pendalaman teori dan praktik di bawah arahan Sabemnim Agus Ido.

Memasuki hari kedua, peserta memperoleh perspektif mengenai penerapan ilmu pengetahuan dalam peningkatan performa atlet. Moh. Amrullah Albaitomi, S.Pd., M.Pd., membawakan materi sport science dalam taekwondo, sedangkan Dr. Eka Kurnia Darisman, S.Pd., M.Pd., mengulas psikologi olahraga sebagai bagian penting dalam membangun kesiapan mental dan mendukung proses pembinaan atlet.

Aspek regulasi pertandingan turut menjadi perhatian melalui materi Competition Rules Kyorugi dan Poomsae, meliputi kategori Recognize dan Freestyle, yang disampaikan Sabemnim Alvan. Pembekalan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman pelatih terhadap ketentuan pertandingan sehingga proses persiapan atlet dapat dilakukan secara lebih tepat.

Selain penguasaan teknis, pengembangan kapasitas kepemimpinan juga masuk dalam agenda pelatihan. Sabtu sore hingga malam, peserta mengikuti Leadership and Business Mastery Coaching serta Fire Walk Experience bersama Sabemnim Chandra P N. Rangkaian tersebut melengkapi pembelajaran dengan penekanan pada kepemimpinan dan penguatan mental.

Pada hari terakhir, Minggu (11/10/2026), pembelajaran difokuskan pada teknik Kyorugi melalui materi dan praktik yang dipandu Sabemnim Arland bersama Coach Lee Jun Woo. Seluruh rangkaian kegiatan dituntaskan melalui ujian evaluasi untuk menilai pemahaman peserta, sebelum ditutup dengan upacara penutupan.

Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Hendra Prastiyawan, menempatkan peningkatan kapasitas pelatih sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan prestasi taekwondo di Jawa Timur. Ia berpandangan bahwa keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh bakat dan kemampuan individu, tetapi juga kualitas pendampingan, kedisiplinan latihan, serta kecakapan pelatih dalam menerapkan ilmu kepelatihan.

“Diklat dan penyegaran ini bukan sekadar agenda rutin organisasi untuk menggugurkan kewajiban. Ini adalah investasi strategis untuk masa depan Taekwondo Jawa Timur,” ujar Hendra, Minggu (11/10/2026).

Ia menekankan bahwa perubahan regulasi, perkembangan taktik, dan kemajuan metode latihan menuntut pelatih untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Penguasaan terhadap perkembangan tersebut diperlukan agar program latihan mampu mengikuti kebutuhan pertandingan dan tidak tertinggal dari standar kompetisi yang terus berkembang.

“Para pelatih di tingkat daerah diimbau untuk selalu adaptif, memperbarui lisensi, dan menyelaraskan pemahaman teknis terkini agar atlet tidak dirugikan saat berlaga,” jelasnya.

Di luar peningkatan kompetensi individu, Pengprov TI Jatim juga mendorong penguatan sistem organisasi melalui modernisasi tata kelola dan pendataan terpusat. Upaya tersebut diharapkan mendukung koordinasi yang lebih efektif sekaligus menjadi landasan bagi penyusunan program pembinaan yang terarah di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

Hendra menilai, pelatih yang bertugas di dojang maupun di bawah koordinasi Pengurus Kabupaten dan Pengurus Kota (Pengkab/Pengkot) memiliki posisi strategis dalam membangun jalur pembinaan atlet. Mereka tidak hanya bertanggung jawab meningkatkan kemampuan atlet yang telah terbentuk, tetapi juga berperan dalam menemukan dan mengembangkan potensi baru sebagai bagian dari regenerasi prestasi.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta membawa hasil pembelajaran ke lingkungan kepelatihan masing-masing. Pertukaran pengalaman, penguatan komunikasi, dan kesamaan pemahaman antarpelatih diharapkan menjadi modal untuk membangun sistem pembinaan yang lebih solid di seluruh Jawa Timur.

“Saya berharap ilmu yang didapat ini dapat diimplementasikan di daerah masing-masing dengan penuh integritas dan totalitas demi kemajuan prestasi Taekwondo Jawa Timur di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Hendra.

Pengprov TI Jatim berharap diklat dan penyegaran tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi berlanjut dalam penerapan nyata di setiap program latihan. Konsistensi pelatih dalam mengembangkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan menerapkan metode pembinaan yang tepat diharapkan mampu memperkuat fondasi prestasi taekwondo Jawa Timur serta meningkatkan daya saing atlet pada kompetisi nasional maupun internasional.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *