JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperluas peran olahraga masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup warga. Tidak hanya membangun kebugaran, aktivitas olahraga juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi desa melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan pentingnya pengembangan Kampung Olahraga Masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Ia ingin kegiatan olahraga tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Komitmen tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri peringatan HUT ke-26 Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (31/10/2026).
Olahraga Masyarakat Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Subandi menilai KORMI memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat. Selama 26 tahun, organisasi tersebut turut memperkenalkan berbagai aktivitas olahraga rekreasi dan tradisional kepada masyarakat.
Menurutnya, olahraga tidak harus selalu berorientasi pada kompetisi dan prestasi. Kegiatan seperti senam, permainan tradisional, serta aktivitas kebugaran dapat menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-26 kepada KORMI Kabupaten Sidoarjo. KORMI telah menjadi rumah besar bagi olahraga masyarakat yang menggerakkan warga untuk hidup sehat dan aktif,” ujar Subandi.
Lebih jauh, Subandi melihat kegiatan olahraga masyarakat memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan. Kehadiran peserta dan komunitas dalam setiap kegiatan dapat membuka peluang usaha bagi UMKM, terutama melalui penjualan produk lokal dan penyelenggaraan bazar.
Karena itu, ia meminta camat serta kepala desa mengambil peran aktif dalam menghidupkan Kampung Olahraga Masyarakat. Pemerintah kecamatan dan desa perlu memastikan program tersebut berjalan secara konsisten serta melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
“Saya titip kepada para camat dan kepala desa agar Kampung Olahraga benar-benar berjalan dengan baik. Kalau kegiatan olahraga masyarakat bergerak sampai tingkat desa dan kelurahan, maka kesehatan masyarakat meningkat dan ekonomi lokal juga ikut tumbuh,” katanya.
Pemkab Siapkan Dukungan untuk Porprov dan Pornas
Selain memperluas kegiatan olahraga di tingkat akar rumput, Pemkab Sidoarjo juga menaruh perhatian terhadap peningkatan prestasi para pegiat olahraga masyarakat.
Subandi menyatakan pemerintah daerah siap mendukung langkah KORMI dalam menghadapi Porprov KORMI 2026 dan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) 2027. Ia berharap para atlet dan pegiat yang mengharumkan nama daerah memperoleh perhatian serta penghargaan yang layak.
Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi sekaligus memperkuat pembinaan olahraga rekreasi di Kabupaten Sidoarjo.
KORMI Bentuk 312 Kampung Olahraga
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Sidoarjo H. MG. Hadi Sutjipto mengungkapkan bahwa gerakan olahraga masyarakat di Sidoarjo terus berkembang. Saat ini, KORMI menaungi 72 Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dan komunitas yang aktif mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat.
KORMI juga telah membentuk 312 Kampung Olahraga Masyarakat yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses olahraga sekaligus membangun aktivitas produktif di lingkungan masyarakat.
Hadi menjelaskan, setiap kegiatan Kampung Olahraga tidak hanya menghadirkan aktivitas kebugaran. KORMI juga membuka ruang bagi UMKM untuk memasarkan produk melalui bazar dan kegiatan ekonomi lokal.
“Kami membentuk Kampung Olahraga Masyarakat sebagai upaya membantu mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar. Program ini juga menjadi sarana menggerakkan UMKM karena setiap kegiatan olahraga selalu menghadirkan bazar dan produk masyarakat setempat,” ujar Hadi Sutjipto.
Ia menambahkan, program tersebut menjadi salah satu unggulan KORMI Sidoarjo dan mendapat perhatian di tingkat nasional. Pelaksanaannya juga mengedepankan prinsip inklusivitas dengan melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia.
Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia dapat mengikuti kegiatan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Di sisi lain, KORMI Sidoarjo terus mematangkan persiapan menghadapi Porprov KORMI 2026 di Jember dan Pornas 2027 di Palu. Kedua ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para pegiat untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membawa nama Kabupaten Sidoarjo ke tingkat lebih tinggi.
“KORMI mendapat tugas menggerakkan olahraga mulai dari anak-anak sampai lansia. Karena itu, kami juga siap menghadapi Porprov KORMI 2026 di Jember dan Pornas 2027 di Palu sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga masyarakat Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.
Kecamatan Krian dan Desa Junwangi Raih Peringkat Teratas
Peringatan HUT ke-26 KORMI Kabupaten Sidoarjo juga diisi dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Pada kesempatan yang sama, panitia menyerahkan penghargaan kepada para pemenang 10 besar Lomba Kampung Olahraga Masyarakat Tahun 2026.
Kecamatan Krian dan Desa Junwangi berhasil menempati posisi pertama. Selanjutnya, Kecamatan Sidoarjo bersama Desa Jati meraih peringkat kedua, sedangkan Kecamatan Jabon dan Desa Trompoasri berada di posisi ketiga.
Pada urutan berikutnya, Kecamatan Gedangan dan Desa Punggul menempati peringkat keempat. Posisi kelima diraih Kecamatan Krembung dan Desa Tambakrejo.
Sementara itu, Kecamatan Tulangan bersama Desa Kedondong berada di peringkat keenam. Kecamatan Balongbendo dan Desa Watesari menyusul pada posisi ketujuh.
Tiga posisi terakhir ditempati Kecamatan Sukodono dan Desa Jogosatru pada peringkat kedelapan, Kecamatan Buduran dan Desa Banjarkemantren di posisi kesembilan, serta Kecamatan Candi bersama Desa Bligo pada peringkat kesepuluh.
Pencapaian tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap partisipasi pemerintah kecamatan dan desa dalam mengembangkan aktivitas olahraga di lingkungan masing-masing.
Melalui penguatan Kampung Olahraga Masyarakat, Pemkab Sidoarjo dan KORMI berharap olahraga semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar menjaga kebugaran, program ini juga berpotensi memperkuat solidaritas sosial, menghidupkan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
















