JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Ribuan masyarakat memadati halaman Balai Kota Kediri dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Minggu (1/11/2026). Mereka mengikuti jalan sehat yang digelar Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri.
Kegiatan ini tidak sekadar mengajak masyarakat menjaga kesehatan. Lebih dari itu, jalan sehat tersebut memperkuat silaturahmi dan semangat kebangsaan.
Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah turut menghadiri kegiatan tersebut. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), OPD, pengurus PCNU, badan otonom NU, santri, dan pelajar juga hadir.
Tahun ini, panitia mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, Menguatkan Akar Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri”. Tema tersebut mengajak generasi santri menjaga tradisi sekaligus memperkuat nasionalisme.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswari bersama Forkopimda dan pengurus PCNU melepas langsung para peserta. Mereka memulai perjalanan dari halaman Balai Kota Kediri.
Selanjutnya, peserta melintasi Jalan Hasanudin, Jalan Pemuda, Jalan Adi Sucipto, dan Jalan Hayam Wuruk. Mereka kemudian kembali ke halaman Balai Kota Kediri sebagai titik akhir perjalanan.
Dalam sambutannya, Vinanda menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini membuka ruang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dengan kalangan santri.
“Dengan tema ini diharapkan para santri terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan dan persatuan. Santri adalah kekuatan besar bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Vinanda.
Dandim Ajak Santri Tangkal Radikalisme
Sementara itu, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mengapresiasi antusiasme ribuan peserta. Ia menilai kehadiran masyarakat mencerminkan kuatnya semangat persatuan di Kota Kediri.
Lebih lanjut, Dhavid mengajak generasi muda, terutama para santri, mengambil peran aktif dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab besar dalam merawat nilai agama dan kebangsaan.
“Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026. Santri adalah pejuang, santri adalah penjaga moral bangsa. Sejarah mencatat peran santri sangat besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Di era sekarang, peran santri sangat dibutuhkan untuk menangkal paham-paham radikal, menjaga toleransi, dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Dhavid.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh paham radikal. Sebaliknya, para santri harus memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan.
Karena itu, Dhavid mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan. Ia juga mendorong sinergi antara TNI, pemerintah, masyarakat, dan kalangan pesantren.
“Melalui momentum jalan sehat ini, mari kita jaga kebersamaan, jaga kesehatan, dan perkuat sinergitas antara TNI, pemerintah dan masyarakat serta kalangan santri dalam menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung meriah dengan suasana penuh keakraban. Panitia juga menyediakan beragam hadiah menarik melalui undian doorprize.
Namun, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial. Momentum ini mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan perjuangan para santri.
Selain itu, santri perlu terus memperkuat toleransi, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Dengan semangat tersebut, mereka dapat mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa.
Pada akhirnya, kontribusi generasi santri menjadi salah satu kekuatan penting untuk menjaga persatuan. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
















