Example floating
Example floating
Example 728x250
Olahraga

Asmorobangun Cup VII 2026 Resmi Bergulir, Pererat Persaudaraan

93
×

Asmorobangun Cup VII 2026 Resmi Bergulir, Pererat Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Turnamen sepak bola tahunan Asmorobangun Cup VII 2026 resmi dibuka di Lapangan Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Rabu (17/6/2026).

Sebanyak 34 tim dari berbagai daerah, mulai Kediri, Nganjuk, Blitar, Malang, hingga Mojokerto, ambil bagian dalam kompetisi yang telah memasuki penyelenggaraan ketujuh tersebut.

Example 300x600

Laga pembuka mempertemukan Azas Palapa FC Karangdinoyo melawan BBB FC Ngasem. Turnamen digelar menggunakan sistem gugur dengan jadwal satu pertandingan setiap hari selama sekitar satu bulan.

Kepala Desa Asmorobangun, Sunardi, mengatakan penyelenggaraan Asmorobangun Cup menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarpemain dan suporter.

“Sore ini adalah kick off Asmorobangun Cup. Semoga agenda tahunan ini bisa berjalan lancar. Kami berpesan kepada seluruh tim, suporter, dan semua pihak yang terlibat agar menjunjung tinggi sportivitas. Dalam setiap pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, namun semuanya harus diterima dengan baik,” kata Sunardi.

Menurut dia, keberhasilan Asmorobangun Cup bertahan hingga edisi ketujuh tidak lepas dari kekompakan panitia dan dukungan masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Setiap penyelenggaraan selalu ada evaluasi dan perbaikan. Kekompakan panitia menjadi kunci sehingga turnamen ini bisa terus berkembang dan semakin baik,” ujarnya.

Sunardi menilai antusiasme masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama turnamen tersebut. Selain menyaksikan pertandingan, warga juga memanfaatkan ajang itu sebagai sarana rekreasi dan berkumpul bersama keluarga maupun teman.

“Sepak bola di sini sudah menjadi hiburan masyarakat. Banyak UMKM yang ikut berjualan sehingga kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar,” katanya.

Sementara itu, panitia penyelenggara, Luckies Dovin Ardianto, menjelaskan bahwa Asmorobangun Cup VII diikuti 34 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sistem kompetisi yang digunakan adalah sistem gugur sehingga setiap pertandingan menjadi penentu langkah tim menuju babak berikutnya.

“Peserta berasal dari Kediri, Nganjuk, Blitar, Malang, dan Mojokerto. Pertandingan akan berlangsung selama kurang lebih 30 hari dengan satu laga setiap harinya,” ujar Luckies.

Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi wadah bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi sarana pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial.

“Kami ingin memberikan ruang bagi para pemain untuk menunjukkan kualitasnya. Harapannya dari turnamen ini lahir pemain-pemain yang bisa berkembang ke level yang lebih tinggi,” ucapnya.

Bendahara KONI Kabupaten Kediri, Fani Lumintang, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Asmorobangun Cup yang dinilai berperan penting dalam pembinaan sepak bola usia muda dan akar rumput.

“Kami melihat turnamen ini sangat bagus untuk pembinaan sepak bola. Antusiasme masyarakat juga luar biasa. Kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk menemukan atlet-atlet potensial yang nantinya bisa dikembangkan lebih lanjut,” kata Fani.

Menurut dia, sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain sepak bola berbakat. Karena itu, kompetisi tingkat desa dan kecamatan perlu terus digelar secara berkelanjutan.

“KONI mendukung penuh kegiatan seperti ini. Melalui kompetisi yang rutin, kami bisa memantau perkembangan pemain sekaligus menyiapkan pembinaan yang lebih terarah untuk masa depan sepak bola Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Fani menambahkan, KONI Kabupaten Kediri berencana memperkuat kerja sama dengan PSSI untuk menghadirkan lebih banyak kompetisi sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet dan persiapan menghadapi berbagai ajang olahraga di masa mendatang.

Dengan mengusung semangat “Menang dengan Terhormat, Kalah dengan Bermartabat”, Asmorobangun Cup VII 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat sportivitas, persaudaraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM di sekitar arena pertandingan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *