JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang siap memfasilitasi pengembangan sentra-sentra parfum guna mendukung pertumbuhan usaha para pelaku industri wewangian.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin melihat industri parfum memiliki prospek yang menjanjikan sebagai bagian dari sektor ekonomi kreatif.
Wawali Ali saat membuka festival parfum Grasse Van Java Volume 2 yang digelar di lantai 7 Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Sabtu(21/6/2026) itu diikuti puluhan pelaku usaha parfum dari berbagai daerah dan menjadikan Kota Malang sebagai tuan rumah penyelenggaraan tahun di ini.
Dalam sambutannya, Wawali Ali menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya karena Kota Malang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan.
Menurutnya, industri parfum memiliki peluang usaha yang sangat menjanjikan dan menjadi bagian penting dari sektor ekonomi kreatif (ekraf).
Usai membuka dan meninjau pameran, Ali menyatakan pihaknya siap memberikan ruang dan dukungan bagi para pelaku usaha parfum untuk mengembangkan usahanya.
“Jika memang dimungkinkan, kita akan membuka sentra-sentra wewangian ini. Untuk saat ini sebenarnya sudah ada satu sentra, yaitu di kawasan Jalan Irma Suryani yang lebih dikenal sebagai Kampung Arab. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan akan hadir sentra-sentra lain di sejumlah titik strategis,” ujar pria yang akrab disapa Sam Ali tersebut.
Menurut Wawali, apabila pengurus paguyuban maupun komunitas pelaku usaha parfum menindaklanjuti gagasan tersebut, Pemkot Malang siap memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan usaha.
“Pada dasarnya setiap orang membutuhkan wewangian dalam aktivitas sehari-hari. Jika dianalogikan sebagai kebutuhan, ini bisa menjadi salah satu kebutuhan yang dekat dengan masyarakat,” jelas Ali.
Ali Muthohirin menikai, jumlah pelaku usaha parfum di Kota Malang cukup banyak dan didukung kemudahan memperoleh bahan baku. Kondisi tersebut menjadi modal kuat untuk mengembangkan industri parfum secara lebih luas.
“Di Kota Malang, pengusaha parfum sangat banyak dan bahan bakunya mudah didapat. Karena itu, mengapa tidak jika usaha ini dikembangkan lebih luas? Kota Malang merupakan kota pendidikan dengan lebih dari 50 perguruan tinggi. Ini menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan usaha, khususnya di kawasan kampus. Ratusan ribu mahasiswa merupakan pangsa pasar yang sangat potensial,” pungkasnya. (*)
Sumber : Prokopim Pemkot Malang


















