Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Poltekes Surabaya Manfaatkan Teknologi Tepat Guna

5
×

Poltekes Surabaya Manfaatkan Teknologi Tepat Guna

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, SURABAYA – Melalui program pengabdian pada masyarakat, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Surabaya memanfaatkan teknologi tepat guna sebagai strategi memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan ini mengusung tema “Revitalisasi Kader Kesehatan dalam Pencegahan DBD” di Kelurahan Jambangan, Kota Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

Example 300x600

Perlu diketahui bahwa program yang berlangsung sepanjang 2026 tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menggandeng Kelurahan Jambangan, kader kesehatan, Posyandu, dan Karang Taruna.

Disamping itu, program tersebut difokuskan pada penguatan layanan kesehatan primer berbasis komunitas melalui pendekatan promotif, preventif, serta penerapan teknologi tepat guna.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya, Fitri Rochmalia, menegaskan bahwa program tersebut lahir sebagai respons terhadap tingginya potensi DBD di wilayah Jambangan yang juga kerap mengalami banjir saat musim hujan.

“Kami sebagai institusi pendidikan memiliki kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya melalui pengabdian kepada masyarakat,” ujar Fitri.

“Melalui program Revitalisasi Kader Kesehatan dalam Pencegahan DBD, kami menerapkan teknologi tepat guna berupa biopori jumbo dan sumur resapan sebagai upaya mengurangi banjir sekaligus menekan risiko peningkatan kasus DBD,” jelasnya.

Fitri mengungkapkan bahwasannya sumur resapan yang dibangun memiliki berbagai fungsi. Selain meningkatkan daya serap air ke dalam tanah dan menjadi cadangan air saat musim kemarau, fasilitas tersebut juga dimanfaatkan masyarakat sebagai media budidaya ikan lele.

“Budidaya lele ini memberikan manfaat ekonomi karena hasilnya dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti nugget maupun olahan lainnya. Jadi manfaat program ini tidak hanya untuk kesehatan lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan masyarakat,” katanya.

Bahkan, selain membangun infrastruktur lingkungan, Poltekkes Kemenkes Surabaya juga memperkuat kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan.

Kader dibekali kemampuan melakukan edukasi dari rumah ke rumah, menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menyelenggarakan kelas ibu balita, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye pencegahan DBD.

Fitri menambahkan, pembangunan sumur resapan saat ini telah direalisasikan di beberapa RT di Kelurahan Jambangan dan akan diperluas secara bertahap ke kawasan lain yang masih rawan banjir.

“Kami berharap teknologi sederhana ini dapat diterapkan lebih luas sehingga masyarakat semakin mandiri dalam menjaga kesehatan lingkungan sekaligus mencegah DBD,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Jambangan Sanni Noerna Safaah mengatakan teknologi biopori jumbo yang diterapkan melalui program tersebut memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan biopori biasa.

“Selain sebagai sumur resapan untuk mengurangi genangan air, biopori jumbo juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat budidaya lele. Bahkan apabila dilengkapi pompa portabel, air yang tersimpan dapat digunakan sebagai sumber air untuk penanganan awal kebakaran,” tuturnya.

Pihaknya menambahkan, inovasi tersebut sangat relevan diterapkan di Jambangan yang dilintasi Sungai Brantas dan masih memiliki beberapa titik rawan banjir.

Melalui program “Revitalisasi Kader Kesehatan dalam Pencegahan DBD”, Poltekkes Kemenkes Surabaya menargetkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kelurahan Jambangan meningkat dari 89 persen menjadi 95 persen, penurunan kasus DBD hingga 30 persen, serta semakin kuatnya peran kader kesehatan dan masyarakat dalam pencegahan DBD berbasis komunitas.

Program ini diharapkan menjadi model penguatan layanan kesehatan primer yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Surabaya maupun daerah lainnya. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *