Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
PemerintahanPendidikan

Pemkot Malang Perkuat Edukasi Bencana Sejak Dini

55
×

Pemkot Malang Perkuat Edukasi Bencana Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Walikota Malang Wahyu Hidayat berikan edukasi pada peserta SPAB (foto istimewa)

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan terus diperkuat Pemerintah Kota Malang.

Edukasi kebencanaan dinilai penting diberikan sejak dini agar siswa tidak hanya mengenali potensi bencana, tetapi juga mampu mengambil langkah tepat saat menghadapi kondisi darurat.

Example 300x600

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, Senin (14/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian edukasi kebencanaan yang menyasar satuan pendidikan sekaligus masyarakat.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pelaksanaan program SPAB merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurutnya, edukasi kebencanaan di sekolah menjadi langkah strategis karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di dua lingkungan utama, yakni rumah dan sekolah.

Karena itu, pemahaman mengenai mitigasi dan penyelamatan diri perlu dibangun sejak dini.

“Ini adalah program sebagai tindak lanjut dari Musrenbang yang memang diinginkan oleh masyarakat Kota Malang,” kata Wahyu.

Ia menilai, pemahaman kebencanaan tidak cukup sebatas mengenalkan jenis-jenis bencana. Para siswa juga perlu dibekali pengetahuan praktis mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, termasuk bagaimana menyelamatkan diri dan membantu meminimalkan risiko terhadap orang di sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang turut melakukan pengecekan terhadap kesiapan MIN 1 Kota Malang.

Pemeriksaan mencakup sejumlah sarana dan prasarana yang berkaitan dengan penanganan kondisi darurat di lingkungan sekolah.

Wahyu menegaskan, kesiapan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan warga sekolah.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kejelasan jalur evakuasi agar seluruh warga sekolah mengetahui arah penyelamatan ketika bencana terjadi.

“Jalur evakuasinya juga akan diperjelas agar pada saat bencana nanti kita bisa mengantisipasi, paling tidak meminimalkan terjadinya korban,” ujarnya.

Tak hanya menyasar siswa, sosialisasi SPAB kali ini juga melibatkan wali murid. Pelibatan orang tua dinilai penting agar pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana yang diperoleh anak di sekolah dapat diterapkan pula di lingkungan keluarga.

Dengan pola tersebut, edukasi kebencanaan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas.

Anak dan orang tua dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai langkah-langkah penyelamatan, sehingga terbentuk kesiapsiagaan yang lebih kuat baik di lingkungan sekolah maupun rumah.

Sosialisasi SPAB di MIN 1 Kota Malang tercatat sebagai kegiatan ke-38 dalam rangkaian edukasi kebencanaan yang telah dilaksanakan.

Program tersebut tidak hanya menyasar satuan pendidikan mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, tetapi juga diperluas ke tengah masyarakat melalui edukasi di tingkat RT, RW hingga kelurahan.

Pemkot Malang berharap penguatan literasi kebencanaan secara berkelanjutan dapat membentuk masyarakat yang semakin tanggap, mandiri, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan risiko serta meminimalkan kemungkinan jatuhnya korban ketika bencana terjadi.

 

Sumber Prokopim Pemkot Malang

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *