JATIMTERBARU.COM, MALANG – Siswa SDN Mulyorejo 1 Kota Malang mendapat edukasi sejarah secara langsung. Program Museum Keliling Museum Mpu Purwa hadir di sekolah tersebut, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6. Mereka mengenal peninggalan sejarah tidak hanya dari buku, tetapi dari benda aslinya
Pengenalan Sejarah Singhasari dan Majapahit
Materi edukasi diawali dengan sejarah Kerajaan Singhasari. Tim museum menjelaskan masa kejayaan kerajaan tersebut.
Kemudian materi berlanjut ke sejarah Kerajaan Majapahit. Siswa memahami alur perkembangan kerajaan besar di Jawa Timur.
Perwakilan Kepala Bidang Kebudayaan Rendra Patrisna memberi pengantar. Ia menjelaskan pentingnya sejarah dan kebudayaan Malang bagi generasi muda.
Makna Arca Diduga Perwujudan Raden Panji
Sejarawan lokal Malang Rakai Hino Galeswangi atau akrab disapa Sam Raka menjadi narasumber. Ia menjelaskan detail arca dan keris yang dibawa ke sekolah.
Sam Raka menyebut arca tersebut diduga merupakan perwujudan Raden Panji. Arca itu memiliki makna simbolis dalam kebudayaan Jawa.
“Arca yang diduga sebagai perwujudan Raden Panji melambangkan mediator antara alam duniawi dan alam suci,” jelas Sam Raka.
Menurutnya, arca Panji berbeda dengan arca kedewaan murni. Arca Panji mencerminkan gagasan kesempurnaan spiritual dan transformasi jiwa.
“Arca Panji mencerminkan simbol kesempurnaan spiritual, transformasi jiwa, serta integrasi nilai lokal Jawa yang populer pada akhir Majapahit abad ke-15,” lanjutnya.
Ia menegaskan artefak bukan sekadar benda koleksi. Setiap artefak menyimpan konteks sejarah dan nilai budaya yang mendalam.
Antusiasme Siswa Melihat Artefak Asli
Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kegiatan. Mereka fokus mengamati benda bersejarah yang selama ini hanya ada di buku pelajaran.
Museum Keliling tidak hanya membawa koleksi purbakala. Tim juga mengenalkan permainan tradisional seperti egrang, bekel, dan neker.
Selain itu, siswa berlatih karawitan dengan gamelan. Pengenalan budaya berlangsung secara interaktif dan menyenangkan.
Museum Mpu Purwa sendiri menyimpan 136 koleksi bersejarah. Koleksi tersebut menjadi kekayaan budaya Kota Malang.
Melalui program keliling, koleksi tersebut hadir langsung di lingkungan sekolah. Tujuannya agar siswa lebih dekat dengan sejarah kotanya.
Dukungan Kepala Sekolah dan Harapan ke Depan
Kepala SDN Mulyorejo 1 Anita Supriyati Muthmainnah menyambut positif program ini. Ia menilai program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sangat bermanfaat.
“Program Museum Keliling ini sangat bermanfaat. Program ini memberi wawasan baru untuk anak-anak kami yang belum sering datang ke museum,” kata Anita.
Ia menyebut kehadiran benda asli membuat siswa lebih paham. Siswa menjadi lebih mudah mengerti pentingnya menjaga peninggalan sejarah.
Bahkan beberapa siswa sempat bertanya apakah boleh menyentuh arca. Momen itu menunjukkan rasa penasaran mereka yang tinggi.
“Anak-anak sempat bertanya, ‘Bu, boleh pegang?’ Akhirnya kami jelaskan bahwa kita harus menjaga benda purbakala ini,” ujarnya.
Anita menegaskan pembelajaran SD butuh objek konkret. Dengan melihat langsung, siswa yakin benda purbakala itu memang ada.
“Anak-anak usia SD masih membutuhkan sesuatu yang konkret. Dengan Museum Mpu Purwa datang ke sini, anak-anak bisa melihat langsung benda purbakala yang sesungguhnya,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Siswa tidak hanya mengenal benda, tetapi juga belajar menghargai dan merawat warisan budaya.
Sekolah berencana menindaklanjuti dengan kunjungan langsung ke Museum Mpu Purwa. Kunjungan itu akan memberi pengalaman lebih luas bagi siswa.
“Harapan kami anak-anak bisa dapat informasi aktual dari narasumber yang paham sejarah. Ke depannya kami juga bisa kunjungan ke sana, supaya anak-anak tahu Kota Malang punya museum sendiri,” pungkas Anita.
















