Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

MSF 2026 Siap Hidupkan Kembali Tradisi Tinju di Malang

93
×

MSF 2026 Siap Hidupkan Kembali Tradisi Tinju di Malang

Sebarkan artikel ini
MSF 2026 bakar segera hadir di Malang

JATIMTERBARU.COM, MALANG KOTA — Setelah sempat terhenti selama beberapa tahun, gelaran Malang Super Fight (MSF) kembali dipersiapkan untuk menyapa pencinta olahraga tinju di Kota Malang. Ajang yang telah menjadi bagian dari sejarah tinju Malang Raya tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–15 November 2026.

Kembalinya MSF menjadi penanda berlanjutnya tradisi olahraga tinju di Malang setelah edisi terakhir digelar pada 2019. Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya bersama Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang.

Example 300x600

Rencana tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang menghadirkan Ketua KTI Malang Raya Ade Herawanto dan Ketua Pertina Kota Malang Muhammad Anas Muttaqien atau Sam Anas. Sejumlah perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang serta tokoh-tokoh senior dari dunia tinju turut hadir dalam agenda tersebut.

Memasuki penyelenggaraan ke-27, MSF tidak hanya diarahkan sebagai arena pertarungan para petinju. Konsep tahun ini dikembangkan menjadi pertunjukan olahraga yang memadukan kompetisi dengan berbagai hiburan untuk menjangkau penonton dari kalangan yang lebih luas.

Sam Anas mengatakan, kebangkitan MSF diharapkan dapat kembali menempatkan Kota Malang dalam peta perkembangan olahraga tinju di Indonesia. Menurutnya, ajang tersebut juga memiliki fungsi pembinaan dengan membuka ruang bagi atlet muda untuk mengembangkan kemampuan melalui jalur olahraga.

“Targetnya bukan hanya mengembalikan Malang sebagai barometer tinju nasional. Kami ingin melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu berbicara di level nasional hingga internasional. Yang tidak kalah penting, olahraga ini bisa menjadi sarana edukasi bagi anak muda agar energi mereka diarahkan pada prestasi, bukan tawuran di jalanan,” kata Sam Anas.

Ia menambahkan, olahraga tinju memiliki keterkaitan erat dengan karakter dan tradisi masyarakat Kota Malang. Hal itu tercermin dalam istilah 5B yang dikenal masyarakat, yakni balbalan, benbenan, balapan, bantengan, serta bogeman atau tinju.

Sementara itu, Ade Herawanto menyebut MSF 2026 akan dikemas dengan pendekatan yang lebih modern. Konsep sportainment dipilih untuk menyatukan atmosfer pertandingan dengan unsur hiburan sehingga gelaran tinju tidak hanya dinikmati oleh komunitas olahraga.

“Selain pertandingan tinju amatir dan profesional, kami juga menghadirkan konser musik serta kompetisi dance. Jadi, olahraga dan hiburan akan berjalan berdampingan dalam satu rangkaian acara,” ujar Ade.

Tidak berhenti pada cabang tinju, MSF edisi kali ini juga membuka ruang bagi perkembangan olahraga tarung modern. KTI Malang Raya dan Pertina Kota Malang menggandeng komunitas combat sport melalui Fight For Glory untuk menghadirkan unsur kickboxing.

Kolaborasi tersebut sekaligus diarahkan sebagai bagian dari proses pembinaan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Dengan keterlibatan komunitas dan cabang olahraga tarung lainnya, MSF diharapkan mampu menjadi ruang kompetisi sekaligus pencarian potensi atlet baru.

Pemerintah Kota Malang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MSF 2026. Agenda yang digelar selama dua hari tersebut ditempatkan berdekatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, sehingga memiliki nuansa kepemudaan sekaligus semangat perjuangan.

Konsep acara juga diarahkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda. Penyelenggara menyelaraskan MSF dengan semangat program pembangunan daerah “Ngalam Tahes” serta memasukkannya dalam kalender Malang 1000 Event.

Di luar pelaksanaan kompetisi, KTI Malang Raya bersama Pertina Kota Malang juga menyiapkan program pembinaan yang bersifat berkelanjutan. Salah satunya melalui rencana penambahan ring tinju yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara sosial.

Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya berpusat di lokasi olahraga formal. Ring tinju direncanakan hadir di sejumlah titik yang dekat dengan aktivitas warga, termasuk kawasan bawah flyover hingga lingkungan perkampungan. Langkah ini diharapkan memudahkan pencarian dan pembinaan bibit petinju muda dari berbagai wilayah di Kota Malang.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *