Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

Indonesia Super Fight 2026 Digelar di Malang, 2.053 Atlet Bersaing

159
×

Indonesia Super Fight 2026 Digelar di Malang, 2.053 Atlet Bersaing

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Ribuan atlet taekwondo dari berbagai daerah memadati Kota Malang dalam gelaran Indonesia Super Fight 2026, kejuaraan taekwondo Grade C yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026.

Sebanyak 2.053 atlet ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka berasal dari lima provinsi, yakni Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Example 300x600

Peserta yang turun bertanding tidak hanya mewakili daerah. Sejumlah atlet datang melalui dojang, klub, instansi, hingga perguruan tinggi. Kondisi itu membuat persaingan di setiap nomor pertandingan berlangsung cukup kompetitif.

Panitia membagi pertandingan ke dalam dua kelompok utama, yaitu kategori Prestasi dan Semi Prestasi. Selain menjadi ajang perebutan gelar juara, turnamen ini juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pemantauan dan evaluasi kemampuan atlet.

Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Malang yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Indonesia Super Fight 2026, Thomas Tri Budi Dharma, mengatakan kejuaraan tersebut memiliki fungsi penting dalam menyiapkan atlet menghadapi agenda kompetisi berikutnya.

Menurutnya, bagi tim Jawa Timur, Indonesia Super Fight menjadi salah satu agenda try out Puslatda. Sementara bagi pengurus taekwondo di tingkat kabupaten dan kota, pertandingan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengukur kesiapan atlet menuju Popda maupun Porprov.

“Jadi kalau untuk di tim Jatim sendiri, itu adalah salah satu untuk try out-nya tim Puslatda. Terus untuk kabupaten/kota tersendiri yang ada di Jatim itu, ini adalah try out-nya untuk Popda dan Porprov. Itu output-nya, dan itu nanti akan menjadi bahan evaluasi untuk tim Popda dan Porprov,” ungkap Thomas.

Menurut Thomas, kualitas persaingan menjadi salah satu aspek yang dinantikan dalam kejuaraan tersebut. Pasalnya, sejumlah peserta yang tampil merupakan atlet yang sudah masuk dalam program pembinaan seperti Puslatda maupun PPOP.

Khusus untuk Kota Malang, susunan atlet yang dipersiapkan menghadapi Popda dan Porprov pada dasarnya telah terbentuk. Namun, masih terdapat beberapa kelas yang memiliki dua kandidat sehingga membutuhkan pemantauan lebih lanjut.

Karena itu, pertandingan di Indonesia Super Fight tidak hanya dilihat berdasarkan siapa yang berhasil meraih kemenangan. Pengkot TI Kota Malang juga menjadikan penampilan atlet sebagai bahan untuk mengukur aspek teknik, kondisi fisik, hingga peluang mereka dalam menyumbangkan medali.

Di sisi lain, proses pembinaan atlet masih menghadapi persoalan di luar aspek pertandingan. Salah satu kendala yang cukup sering muncul berkaitan dengan izin dari sekolah maupun perguruan tinggi ketika atlet harus mengikuti agenda latihan dan kompetisi.

Padatnya kegiatan olahraga terkadang beririsan dengan jadwal akademik. Para atlet pelajar dan mahasiswa pun harus membagi waktu antara kewajiban pendidikan dengan agenda latihan serta pertandingan yang mereka jalani.

Thomas berharap para atlet yang tampil dapat menunjukkan kemampuan terbaik sepanjang kompetisi. Baginya, hasil pertandingan Indonesia Super Fight 2026 akan menjadi salah satu bahan penting bagi tim pelatih dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya.

“Harapan saya semua atlet bermain maksimal. Hasilnya nanti menjadi bahan evaluasi para pelatih,” pungkasnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *