Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

Emas Jadi Penentu, DIY Juara Umum Indonesia Super Fight 4

159
×

Emas Jadi Penentu, DIY Juara Umum Indonesia Super Fight 4

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Persaingan ketat mewarnai perebutan gelar juara umum Indonesia Super Fight 4 di GOR Ken Arok, Kota Malang. Puslatda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil finis di posisi teratas, mengungguli Puslatda Jawa Timur (Jatim) yang harus puas sebagai runner-up.

Perbedaan keduanya terbilang tipis. Baik DIY maupun Jatim sama-sama mengoleksi 16 poin, namun jumlah medali emas menjadi pembeda dalam menentukan posisi puncak klasemen.

Example 300x600

Puslatda DIY mengakhiri kejuaraan dengan koleksi 9 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Sementara Puslatda Jatim membukukan 8 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Selisih satu medali emas tersebut akhirnya menempatkan DIY sebagai juara umum.

Di bawah dua kontingen tersebut, Satu Academy menempati peringkat ketiga dengan raihan 6 emas, 4 perak, dan 1 perunggu, atau total 11 poin.

Indonesia Super Fight 4 yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 tersebut tidak sekadar menjadi panggung perebutan prestasi. Kejuaraan ini juga menjadi ruang evaluasi bagi para atlet untuk mengukur perkembangan teknik, mental bertanding, serta kesiapan menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.

Wakil Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur, Hendra Prastiyawan, menyebut ketatnya perolehan medali di papan atas menjadi gambaran kompetisi yang berlangsung kompetitif. Kendati gagal merebut posisi teratas, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para atlet Jatim.

“Terima kasih atas pencapaian luar biasa untuk atlet Puslatda TI Jatim dengan perolehan Juara Umum ke-2 pada kejuaraan Indonesia Super Fight Piala Ketua Umum Pengprov TI Jatim,” ujar Hendra.

Dalam kejuaraan tersebut, Puslatda TI Jatim menurunkan kekuatan 20 atlet. Komposisinya terdiri atas 6 atlet senior dan 14 atlet junior.

Menurut Hendra, hasil akhir klasemen bukan satu-satunya ukuran keberhasilan keikutsertaan Jatim. Pengalaman bertanding menghadapi lawan dari berbagai kontingen justru menjadi modal penting dalam proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Event ini kami gunakan untuk mengasah dan mempertajam jam terbang para atlet Jawa Timur agar lebih siap menghadapi berbagai event penting ke depannya, baik di level nasional maupun internasional,” tegasnya.

Posisi runner-up di Indonesia Super Fight 4 pun menjadi catatan penting bagi Puslatda Jatim. Selisih tipis dengan DIY menunjukkan bahwa kekuatan kedua kontingen relatif berimbang sekaligus memberikan bahan evaluasi bagi tim Jawa Timur untuk meningkatkan performa pada ajang-ajang berikutnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *