Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

Gagal Raih Poin Penuh, Pelatih Marcos Santos Disorot Aremania

127
×

Gagal Raih Poin Penuh, Pelatih Marcos Santos Disorot Aremania

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Arema FC kembali gagal mengamankan kemenangan di Stadion Kanjuruhan setelah ditahan imbang Bhayangkara FC dengan skor 2-2 pada pekan keempat BRI Liga 1, Sabtu (10/10/2026) sore. Tertinggal dua gol pada babak pertama, Singo Edan mampu bangkit melalui Vinicius dan Otusanya, tetapi momentum tersebut belum cukup untuk mengantarkan tuan rumah meraih tiga poin.

Hasil imbang ini menegaskan persoalan konsistensi yang perlu dibenahi Arema. Kelengahan di sektor pertahanan membuat mereka berada dalam posisi sulit pada paruh pertama, sedangkan peningkatan intensitas permainan selepas jeda berhasil mengubah jalannya pertandingan dan menyelamatkan tim dari kekalahan di kandang sendiri.

Example 300x600

Bhayangkara FC mengawali laga dengan efektif. Pada menit ke-15, Mathias Ocampo memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan silang Sidibe yang diselesaikan melalui sundulan. Gol tersebut memperlihatkan celah dalam organisasi pertahanan Arema sekaligus memberikan keuntungan awal bagi tim tamu.

Tekanan Bhayangkara FC kembali menghasilkan gol pada menit ke-31. Kesalahan Walisson Maia dalam mengantisipasi situasi di area pertahanan dimanfaatkan Milan Relistovsky untuk menggandakan keunggulan. Adhi Satryo gagal menghalau bola, sehingga Bhayangkara FC memperlebar jarak menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol menempatkan Arema dalam tekanan besar. Upaya membangun serangan belum mampu menembus pertahanan lawan secara efektif, sementara Bhayangkara FC tampil lebih nyaman menjaga keunggulan. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 2-0 untuk tim tamu.

Memasuki babak kedua, Arema mencoba memperbaiki alur permainan melalui pergantian Hansamu Yama dengan Arkhan Fikri. Perubahan tersebut memberikan dorongan bagi sektor tengah Singo Edan untuk membangun serangan dengan lebih dinamis dan meningkatkan tekanan ke wilayah pertahanan Bhayangkara FC.

Upaya tuan rumah mulai membuahkan hasil pada menit ke-52. Vinicius mencetak gol yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2, sekaligus membuka kembali peluang Arema untuk menyelamatkan pertandingan. Gol itu menjadi pemantik kebangkitan yang mengubah intensitas permainan tuan rumah.

Arema kemudian semakin berani mengambil inisiatif serangan. Tekanan yang terus dibangun berbuah gol penyama kedudukan pada menit ke-60. Otusanya berhasil menuntaskan umpan Vinicius melalui sundulan, mengubah skor menjadi 2-2 dan mengembalikan persaingan ke titik imbang.

Dua gol tersebut menghidupkan kembali atmosfer pertandingan. Arema yang sebelumnya kesulitan mengembangkan permainan kini tampil lebih agresif, sedangkan Bhayangkara FC harus bekerja keras meredam gelombang serangan tuan rumah agar keunggulan yang sempat mereka miliki tidak berubah menjadi kekalahan.

Memasuki fase akhir laga, kedua kesebelasan melakukan pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan sekaligus mencari peluang mencetak gol penentu. Bhayangkara FC memasukkan Anton Soejrerg untuk menambah daya serang dan Nehar Sadiki guna memperkuat pertahanan. Arema juga menurunkan Mouro serta Gustavo Franca demi meningkatkan peluang membalikkan keadaan.

Namun, berbagai upaya tersebut tidak menghasilkan gol tambahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap 2-2. Bhayangkara FC gagal mempertahankan keunggulan dua gol, sementara Arema harus puas berbagi poin meski sempat memiliki momentum untuk mengejar kemenangan.

Bagi Arema, hasil ini menyisakan catatan serius mengenai rapuhnya konsentrasi pertahanan pada babak pertama. Dua gol yang bersarang akibat kelemahan dalam mengantisipasi serangan lawan membuat tim harus mengerahkan upaya ekstra untuk mengejar ketertinggalan. Respons positif pada babak kedua menjadi modal penting, tetapi belum mampu menutupi kehilangan poin di kandang sendiri.

Kegagalan meraih kemenangan di Kanjuruhan kembali menempatkan konsistensi permainan sebagai pekerjaan rumah bagi Singo Edan. Pembenahan koordinasi lini belakang, efektivitas penyelesaian akhir, dan kemampuan menjaga intensitas sejak menit awal menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan agar Arema dapat tampil lebih kompetitif pada pertandingan selanjutnya.

Raihan satu poin ini menjadi kekecewaan pendukung kesebelasan Arema Fc, suporter juga turut mengkritik pertandingan Tim Singo Edan karena permainan tak kunjung mendapatkan hasil yang terbaik.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *