Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pendidikan

Inovasi LAND-FORECAST Antar Mahasiswa UB Juara Dunia

97
×

Inovasi LAND-FORECAST Antar Mahasiswa UB Juara Dunia

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG  – Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menorehkan prestasi di tingkat internasional. Mereka meraih dua medali dalam kompetisi SMART CITY 2030 di Moskow, Rusia, melalui inovasi teknologi untuk memprediksi alih fungsi lahan pertanian.

Kompetisi bertajuk 3rd International Student and Young Scientist Project Competition “SMART CITY 2030: Sustainable Urban Development Management in BRICS Countries” berlangsung pada 6 Oktober 2026. Ajang ini mempertemukan mahasiswa dan ilmuwan muda dari berbagai negara untuk menawarkan solusi bagi pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Example 300x600

Dalam kompetisi tersebut, penyelenggara mencatat partisipasi 391 tim dari berbagai negara, termasuk anggota BRICS dan negara mitra. Di tengah persaingan itu, tim UB mengangkat persoalan alih fungsi lahan melalui pendekatan teknologi prediktif. Gagasan ini sekaligus menawarkan dukungan bagi pemerintah daerah dalam merencanakan tata ruang secara lebih terukur.

LAND-FORECAST Antarkan UB Raih Dua Medali

Tim UB mengusung karya berjudul LAND-FORECAST: Predictive of Land-Use Conversion Areas and Magnitude Based on Population and Agricultural Projections in Pasuruan Regency, Indonesia. Soffi Septia Ramadhaniati memimpin tim tersebut bersama Nisrina Alhumairoh, Anjar Maulana Afriansah, dan Muharrom Haidar Rabbani Kusuma.

Berkat inovasi tersebut, tim UB meraih Juara 1 atau medali emas pada kategori Smart City Technologies and Services. Selain itu, mereka memperoleh Juara 2 atau medali perak dalam kategori Safe and Comfortable Urban Environment melalui karya yang sama.

Dua penghargaan tersebut menunjukkan relevansi inovasi LAND-FORECAST dalam mendukung pengembangan teknologi perkotaan. Lebih dari sekadar gagasan digital, platform ini menawarkan pendekatan berbasis data untuk membantu pemerintah mengantisipasi perubahan penggunaan lahan.

LAND-FORECAST merupakan platform WebGIS yang memproyeksikan lokasi dan besaran alih fungsi lahan berdasarkan pertumbuhan penduduk serta proyeksi pertanian. Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat mengenali potensi perubahan penggunaan lahan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan wilayah.

Selanjutnya, pemerintah daerah dapat memanfaatkan hasil analisis itu untuk menyusun kebijakan tata ruang yang lebih terarah. Pendekatan ini juga membantu pemerintah mempertimbangkan kebutuhan pembangunan tanpa mengabaikan keberlanjutan lahan pertanian.

Berangkat dari Ancaman Alih Fungsi Lahan

Ketua tim, Soffi Septia Ramadhaniati, menjelaskan bahwa pengembangan LAND-FORECAST berangkat dari keprihatinan terhadap perubahan lahan pertanian produktif di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, pembangunan kawasan terbangun perlu diimbangi dengan upaya menjaga lahan pertanian yang menopang ketahanan pangan.

“Kami melihat banyak lahan pertanian produktif di Pasuruan yang berubah menjadi kawasan terbangun. Melalui LAND-FORECAST, kami ingin memberikan early warning system bagi pemerintah daerah agar bisa merencanakan pembangunan tanpa mengorbankan ketahanan pangan,” ujar Soffi.

Lebih lanjut, Soffi menerangkan bahwa platform tersebut tidak hanya menyajikan peta wilayah. LAND-FORECAST juga mengolah berbagai sumber data untuk menghasilkan analisis spasial yang mendukung pengambilan keputusan.

Untuk menunjang fungsi tersebut, tim menggabungkan data kependudukan, proyeksi pertanian, dan citra satelit. Perpaduan data ini membantu pengguna memahami potensi perubahan lahan berdasarkan proyeksi yang tersedia.

“WebGIS ini memadukan data kependudukan, proyeksi pertanian, dan citra satelit. Harapannya, ini bisa menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang akurat untuk mewujudkan smart city yang benar-benar berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan demikian, LAND-FORECAST tidak hanya menawarkan pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga menghubungkan analisis data dengan kebutuhan perencanaan pembangunan. Pendekatan tersebut diharapkan membantu pemerintah mengantisipasi perubahan tata guna lahan secara lebih sistematis.

FTAB UB Apresiasi Inovasi Mahasiswa

Keberhasilan tim UB meraih dua medali turut mendapat apresiasi dari pimpinan FTAB UB. Dekan FTAB UB menilai prestasi tersebut mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi yang menjawab persoalan nyata di masyarakat.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FTAB mampu bersaing di level global dan menghasilkan inovasi yang solutif untuk persoalan nyata di daerah. Ini sejalan dengan semangat FTAB untuk mendorong riset yang berdampak,” ungkapnya.

Sejalan dengan apresiasi tersebut, capaian di Moskow memperkuat peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis riset. Inovasi LAND-FORECAST juga memperlihatkan bagaimana teknologi dapat mendukung perencanaan perkotaan sekaligus membantu menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

Ke depan, prestasi ini diharapkan mendorong mahasiswa UB untuk terus mengembangkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada saat yang sama, inovasi seperti LAND-FORECAST berpotensi memperkaya pendekatan perencanaan wilayah yang lebih terarah, adaptif, dan ramah lingkungan.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *