Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita Daerah

Solusi Tanah Rusak, Petani Gandeng Mahasiswa Pertanian Kembangkan Pupuk SULAMI

146
×

Solusi Tanah Rusak, Petani Gandeng Mahasiswa Pertanian Kembangkan Pupuk SULAMI

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, KOTA MALANG – Ancaman penurunan produktivitas lahan dan cuaca ekstrem mendorong kelompok tani di Malang memutar otak. Untuk mengembalikan kesuburan tanah yang rusak, mereka memilih menggandeng Komunitas Farm Forward guna menguji efektivitas pupuk organik SULAMI (Subur Alami).

Riset kerja sama ini dipicu oleh maraknya masalah degradasi lahan akibat pemakaian pupuk kimia sintetis secara terus-menerus dalam jangka panjang. Struktur tanah yang mengeras membuat tanaman perkebunan, seperti jeruk dan hortikultura, menjadi rawan mati saat terpapar perubahan cuaca ekstrem.

Example 300x600

Pembina sekaligus penggagas riset pupuk organik SULAMI, Kaji Johan, menyebut pupuk ini difokuskan untuk memulihkan ekosistem tanah.

“Pupuk kimia memang memberikan hasil instan, tapi lama-kelamaan tanah rusak dan dosisnya harus terus ditambah. SULAMI ini mengandung mikroba yang mengurai tanah, jadi unsur hara bisa diserap sempurna oleh tanaman,” kata Kaji Johan, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, uji coba awal di beberapa titik wilayah menunjukkan respons yang sangat positif. Tanaman yang menggunakan SULAMI dinilai lebih tahan menghadapi cuaca ekstrem dengan kondisi daun yang lebih hijau dan lebat.

“Tanaman yang pernah diuji coba di Gondanglegi dan Bantur adalah tebu, sedangkan di Karangwidoro adalah jeruk,” terangnya.

Meski begitu, Kaji Johan mengakui tantangan terbesar saat ini adalah mengubah kebiasaan petani yang sudah terbiasa bergantung pada pupuk kimia instan.

“Karena itu kami libatkan Komunitas Farm Forward untuk riset selama satu tahun. Supaya ada pembuktian secara ilmiah dan datanya valid sebelum kita edukasikan ke petani luas,” jelas Kaji Johan.

Berbeda dengan pola umum yang bergegas meminta dukungan pemerintah di awal, gerakan ini memilih jalur riset mandiri dari bawah (bottom-up). Pembuktian kualitas serta pengurusan legalitas menjadi fokus utama sebelum melangkah lebih jauh.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Dewi Sri Karangbesuki Kota Malang, Erfan, menegaskan pihaknya ingin melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan sosialisasi.

“Kami tidak mau sekadar klaim. Kami buktikan dulu lewat riset satu tahun bersama Komunitas Farm Forward,” ungkap Erfan.

Saat ini, riset pupuk organik SULAMI di lapangan difokuskan pada tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat yang ditumpangsarikan dengan tanaman buah.

“Jika riset satu tahun ini berhasil, pupuk SULAMI diharapkan dapat menjadi solusi pemulihan lahan kritis sekaligus menekan biaya produksi petani,” pungkasnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *