Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita Daerah

TNI dan Santri Perkuat Nasionalisme di Kediri

101
×

TNI dan Santri Perkuat Nasionalisme di Kediri

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Danramil 0809/04 Gampengrejo Kodim 0809/Kediri, Kapten Cba Mulyanto, mengajak para santri memperkuat nasionalisme, menjaga persatuan, dan meneruskan perjuangan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Balai Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Minggu (25/10/2026).

Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren mengikuti apel tersebut dengan khidmat. Selain itu, kegiatan ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), anggota DPRD Kabupaten Kediri, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), para kiai, badan otonom NU, guru IGRA/RA se-Kecamatan Gampengrejo, pelajar, dan masyarakat.

Example 300x600

Kehadiran berbagai elemen tersebut memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Santri Nasional. Momentum ini sekaligus mengingatkan masyarakat tentang kontribusi santri dalam menjaga nilai agama, merawat persatuan, dan membangun bangsa.

Danramil Gampengrejo Tegaskan Semangat Resolusi Jihad

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Cba Mulyanto mengajak generasi muda meneladani perjuangan ulama dan santri yang berperan penting dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Peringatan Hari Santri ini adalah pengingat sejarah bahwa santri dan ulama memiliki peran besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Semoga semangat Resolusi Jihad terus tertanam di jiwa santri untuk menjaga NKRI,” ujar Mulyanto.

Menurutnya, semangat Resolusi Jihad harus terus menginspirasi santri dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, para santri perlu memadukan nilai keagamaan dengan kecintaan terhadap tanah air dan kepedulian sosial.

Lebih lanjut, Mulyanto mendorong para santri memperluas pengetahuan di luar pendidikan agama. Mereka perlu menguasai ilmu pengetahuan umum, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat wawasan kebangsaan agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Dengan bekal tersebut, santri dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan. Mereka juga berpeluang menjadi generasi unggul yang menjunjung tinggi moral, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Santri Harus Jadi Pelopor Kerukunan

Mulyanto menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta para santri menunjukkan keteladanan melalui perilaku santun, sikap toleran, dan kepedulian terhadap sesama.

“Santri masa kini harus menjadi pelopor kerukunan, menjaga persatuan, dan menjadi contoh teladan di masyarakat. TNI bersama santri adalah kekuatan besar untuk menjaga keutuhan bangsa,” tambahnya.

Ia juga mengajak santri membangun komunikasi yang baik dengan berbagai kelompok masyarakat. Dengan demikian, mereka dapat memperkuat persaudaraan sekaligus mencegah munculnya perselisihan yang berpotensi mengganggu kerukunan.

Di sisi lain, sinergi TNI dengan kalangan pesantren memiliki arti penting bagi kehidupan sosial. Kolaborasi tersebut dapat mendorong kegiatan positif, memperkuat wawasan kebangsaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, Mulyanto berharap para santri terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas wilayah. Semangat pengabdian dan persatuan harus tumbuh seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan akhlak.

Amanat Menteri Agama Soroti Peran Santri

Dalam apel tersebut, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) NU Gampengrejo bertindak sebagai inspektur upacara. Ia membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menyoroti kontribusi santri dalam membangun peradaban dan menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Amanat tersebut menegaskan pentingnya pendidikan pesantren dalam membentuk generasi berakhlak, berpengetahuan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain memperdalam ilmu agama, santri perlu mengembangkan kemampuan untuk menjawab kebutuhan zaman.

Selanjutnya, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan. Kedua aspek tersebut dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang mencintai tanah air serta menghormati keberagaman.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0809/Kediri bersama unsur pemerintah dan masyarakat berharap para santri terus mengambil peran positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rangkaian apel di Lapangan Balai Desa Putih berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Pada akhirnya, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Gampengrejo diharapkan memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mendorong generasi muda melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *