Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Gus An’im Ingatkan PR Besar Sekolah Rakyat

61
×

Gus An’im Ingatkan PR Besar Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VIIi DPR RI, KH An’im Falachuddin Mahrus atau Gus An’im berikan masukan Sekolah Rakyat

JATIMTERBARU.COM, KOTA KEDIRI – Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari pemenuhan kuota peserta didik hingga jaminan akses pendidikan dan pekerjaan setelah kelulusan. Pemerintah perlu memastikan program ini memberi dampak nyata bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH An’im Falachuddin Mahrus atau Gus An’im, menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup hanya dengan membangun gedung dan menyediakan sarana pendidikan. Program tersebut juga membutuhkan pendampingan yang konsisten serta perencanaan masa depan siswa secara terarah.

Example 300x600

Pesan itu ia sampaikan dalam kegiatan Diseminasi Program Prioritas Presiden RI Tahun 2026 Kementerian Sosial RI di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kamis (29/10/2026).

Pemenuhan Kuota Harus Menjangkau Keluarga Sasaran

Gus An’im menempatkan pemenuhan kuota siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA sebagai salah satu prioritas. Ia mendorong pemerintah memperkuat pendataan dan penjangkauan agar anak-anak yang memenuhi kriteria tidak kehilangan kesempatan mengakses pendidikan.

“Harapan kami, satu, bisa memenuhi kuota dulu. Orang yang miskin ekstrem itu bisa tersalurkan di sini semua,” ujar Gus An’im.

Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi kunci agar program ini mampu menjawab persoalan kesenjangan pendidikan. Pemerintah perlu memastikan anak-anak dari keluarga paling rentan memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi.

Guru Berperan Penting dalam Pembentukan Karakter

Selain akses pendidikan, kualitas pendampingan turut menentukan keberhasilan Sekolah Rakyat. Para siswa datang dengan latar belakang keluarga dan kebiasaan yang beragam. Kondisi tersebut menuntut tenaga pendidik untuk menerapkan pendekatan yang sabar, telaten, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Gus An’im berharap pengelola menghadirkan guru yang mampu mendampingi siswa secara optimal, sekaligus menanamkan kebiasaan belajar dan tanggung jawab sejak dini.

“Harapan kami, guru-guru yang di sini adalah betul-betul ekstra yang terpilih,” katanya.

Ia juga menyoroti pelibatan unsur TNI dalam pembinaan kedisiplinan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter siswa, terutama dalam membangun ketertiban dan konsistensi menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di samping pembinaan siswa, Gus An’im mengingatkan pentingnya perawatan gedung dan sarana pendukung. Pengelola bersama pemerintah daerah perlu menjaga fasilitas agar tetap layak dan mampu menunjang kegiatan belajar dalam jangka panjang.

Akses Kuliah dan Pekerjaan Perlu Disiapkan

Persoalan yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan pendidikan setelah siswa menyelesaikan jenjang SMA. Gus An’im meminta Kementerian Sosial menyiapkan jalur yang menghubungkan lulusan Sekolah Rakyat dengan perguruan tinggi berkualitas maupun dunia kerja.

“Kami berharap setelah lulus dari sini setingkat SMA, Kementerian Sosial membangun akses, bisa juga akses tersebut kepada kampus-kampus yang berkualitas atau bisa juga kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga,” ujarnya.

Menurut Gus An’im, persiapan tersebut perlu dimulai sejak siswa menempuh pendidikan. Dengan perencanaan yang matang, lulusan dapat memiliki pilihan yang lebih luas untuk melanjutkan studi atau memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan.

Langkah ini juga penting agar Sekolah Rakyat tidak berhenti sebagai program pemenuhan hak pendidikan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan membuka peluang bagi siswa dan keluarganya untuk memperbaiki taraf hidup.

Kemensos Evaluasi Program dan Dorong Pemberdayaan Keluarga

Perwakilan Kementerian Sosial RI dari Direktorat Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin dan Rentan, Anak Agung Ayu Mirah Kirani, menjelaskan bahwa Kemensos terus mengevaluasi pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Menurut Mirah, dukungan pemerintah tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga keluarga mereka. Kemensos mendorong pemberdayaan sosial ekonomi melalui bantuan modal usaha maksimal Rp5 juta bagi keluarga penerima manfaat yang memenuhi ketentuan.

Dukungan tersebut berfungsi sebagai stimulan agar keluarga dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Dengan demikian, intervensi program diharapkan turut memperkuat kondisi ekonomi rumah tangga.

Kemensos juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dapat memperluas dukungan bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Terkait penerimaan siswa, Mirah menjelaskan bahwa pendamping di lapangan melakukan penjangkauan langsung. Proses ini terutama menyasar anak-anak dari keluarga dalam kelompok desil 1 dan 2.

Keberlanjutan Menjadi Ukuran Keberhasilan

Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat membutuhkan pengawalan berkelanjutan. Pemerintah perlu menyelaraskan pemenuhan kuota, kualitas pengajaran, pembinaan karakter, serta kesiapan siswa menghadapi masa depan.

Perawatan fasilitas dan pemberdayaan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dapat memperkuat manfaat program.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, Sekolah Rakyat diharapkan tidak sekadar membuka akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini juga perlu membekali siswa dengan kemampuan, karakter, serta kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah lulus.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *