Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Trans Jatim Koridor II Matangkan Keselamatan Penumpang

50
×

Trans Jatim Koridor II Matangkan Keselamatan Penumpang

Sebarkan artikel ini
Transjatim Koridor II Siap Beroperasi di Malang Raya

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pengoperasian Trans Jatim Koridor II Malang Raya memasuki tahap persiapan akhir. Operator menyiapkan 15 unit bus sekaligus mematangkan standar keselamatan, sistem pengawasan, dan kompetensi pengemudi sebelum melayani masyarakat.

Dari total armada tersebut, 14 bus akan melayani penumpang, sedangkan satu unit lainnya berfungsi sebagai cadangan. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Kamis (29/10/2026).

Example 300x600

Lauda Patrick Yanata dari bagian operasional PT 86 Transport menjelaskan bahwa operator telah melengkapi armada dengan perangkat keselamatan. Kelengkapan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menunjang perjalanan yang aman dan nyaman.

“Kalau untuk persiapan Koridor II, dari sisi bus sudah lengkap. Fasilitas keselamatan penumpang juga sudah tersedia,” kata Lauda.

Perangkat Keselamatan Perkuat Pengawasan

Operator menyediakan berbagai perlengkapan darurat untuk mengantisipasi risiko selama perjalanan. Setiap bus memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR), alarm kebakaran, pemecah kaca darurat, dan pintu darurat untuk membantu proses evakuasi.

Selain itu, kamera CCTV memantau kondisi di dalam dan sekitar kendaraan. Kamera tambahan pada sisi kanan dan kiri bagian luar bus memperluas jangkauan pengawasan.

Lauda menerangkan bahwa sistem CCTV terhubung dengan pusat kendali (control center) di tingkat Provinsi Jawa Timur. Koneksi tersebut mendukung pemantauan armada selama menjalankan layanan.

Sistem pengawasan ini diharapkan membantu operator mengidentifikasi gangguan dan merespons insiden secara lebih terarah. Meski begitu, efektivitasnya tetap bergantung pada kesiapan petugas serta penerapan prosedur penanganan di lapangan.

Pengemudi Jalani Pembekalan Operasional

Selain memastikan kesiapan kendaraan, operator menaruh perhatian pada kemampuan pengemudi. Mereka mendapat pembekalan mengenai prosedur kerja, kedisiplinan, dan teknik berkendara yang mengutamakan keselamatan.

Materi pelatihan mencakup standar operasional prosedur (SOP), teknik pengereman, serta pengambilan keputusan dalam situasi tertentu. Pengemudi juga mempelajari cara mengendalikan emosi ketika menghadapi dinamika lalu lintas.

Menurut Lauda, pelatihan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman pengemudi terhadap tanggung jawab selama bertugas. Mereka juga harus mengikuti ketentuan operasional yang berlaku di lingkungan Trans Jatim.

Namun, informasi mengenai jumlah pengemudi yang akan bertugas belum tersedia secara pasti. Operator maupun manajemen Trans Jatim juga masih perlu memberikan penjelasan mengenai pembagian sif dan pola pergantian pengemudi.

Uji KIR Rampung, Satu Bus Disiagakan

Kesiapan teknis menjadi bagian lain dari persiapan operasional Koridor II. Lauda menyebut seluruh 15 bus telah menjalani uji KIR dan memiliki dokumen kendaraan yang lengkap.

Operator menyiapkan satu bus cadangan untuk mendukung keberlangsungan layanan apabila armada reguler mengalami kendala teknis. Mekanisme penggunaan bus pengganti tetap memerlukan penjelasan lebih lanjut agar masyarakat mendapat kepastian mengenai kontinuitas perjalanan.

Sementara itu, manajemen Trans Jatim mengatur jadwal keberangkatan, frekuensi perjalanan pulang-pergi (PP), dan pola operasional harian.

Informasi tersebut penting bagi calon penumpang untuk menyusun rencana perjalanan. Kepastian jadwal juga menjadi salah satu tolok ukur kualitas layanan transportasi publik, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan bus untuk bekerja dan bersekolah.

Hubungkan Kota Malang hingga Kepanjen

Trans Jatim Koridor II akan memperluas konektivitas transportasi umum di wilayah Malang Raya. Rute yang direncanakan menghubungkan Terminal Arjosari dan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dengan kawasan Gondanglegi hingga Terminal Talangagung di Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pemerintah daerah menjadwalkan peluncuran layanan di halaman Pendopo Kantor Bupati Malang, Kepanjen. Kehadiran koridor ini diharapkan menambah pilihan perjalanan bagi masyarakat yang beraktivitas lintas wilayah.

Layanan tersebut berpotensi mendukung mobilitas pekerja, pelajar, dan pelaku usaha. Akses transportasi yang lebih terhubung juga dapat membantu masyarakat menjangkau pusat kegiatan ekonomi tanpa selalu mengandalkan kendaraan pribadi.

Konsistensi Layanan Jadi Tantangan

Kelengkapan armada dan fasilitas keselamatan menjadi modal awal bagi pengoperasian Koridor II. Namun, kualitas layanan juga bergantung pada ketepatan jadwal, kedisiplinan pengemudi, serta konsistensi pengawasan di lapangan.

Operator perlu menjaga standar pelayanan sejak hari pertama operasional. Kejelasan informasi rute, jadwal, dan mekanisme penanganan gangguan juga penting agar penumpang dapat menggunakan layanan dengan nyaman.

Pada akhirnya, keberhasilan Trans Jatim Koridor II tidak hanya diukur dari jumlah bus yang beroperasi. Keamanan perjalanan, keandalan jadwal, dan pengalaman penumpang akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik di Malang Raya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *