JATIMTERBARU.COM, MALANG – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTAB UB) menjajaki kolaborasi riset dengan Pusat Kolaborasi Riset Fermentasi Tradisional (PKR-FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini menyasar pengembangan teknologi fermentasi tradisional Indonesia hingga menghasilkan produk inovatif yang siap dimanfaatkan masyarakat.
Inisiatif tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Sidang FTAB UB, Kamis (29/10/2026). Sebanyak 13 anggota tim PKR-FT UNS-BRIN mengikuti kegiatan yang dipimpin Ketua PKR-FT, Ir. M. Zukhrufuz Zaman, S.P., M.P., Ph.D.
Jajaran pimpinan FTAB UB menyambut rombongan tersebut. Mereka meliputi Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan, S.T.P., M.App.Life Sc., Ph.D., Wakil Dekan I Bidang Akademik Endrika Widyastuti, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., serta para ketua departemen, ketua program studi, dan dosen Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi.
Perkuat Riset Fermentasi Berbasis Kearifan Lokal
Ketua PKR-FT UNS-BRIN, M. Zukhrufuz Zaman, menyampaikan apresiasi atas sambutan FTAB UB. Ia berharap pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan menghasilkan agenda kolaborasi yang terarah.
“Terima kasih atas sambutan hangat FTAB UB. Kunjungan ini membuka banyak potensi kolaborasi antara FTAB UNS dan BRIN. Semoga segera dapat dituangkan dalam poin-poin strategis kerja sama sebagai payung suportif kolaboratif,” ujar Zaman.
Ia menjelaskan, PKR-FT UNS-BRIN berfokus pada eksplorasi, standardisasi, dan pengembangan teknologi fermentasi tradisional Indonesia. Program tersebut mengangkat kekayaan pengetahuan lokal sekaligus mendorong penerapan pendekatan ilmiah untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk fermentasi.
Fokus riset itu sejalan dengan kompetensi FTAB UB. Fakultas ini memiliki bidang keilmuan yang mencakup Ilmu Pangan, Bioteknologi, Keteknikan Pertanian dan Biosistem, serta Teknologi Industri Pertanian.
Kesamaan fokus tersebut membuka peluang bagi kedua institusi untuk menggabungkan keahlian, fasilitas penelitian, dan sumber daya akademik. Kolaborasi ini juga berpotensi memperluas pengembangan teknologi fermentasi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Riset Bersama Libatkan Mahasiswa
Wakil Dekan I FTAB UB, Endrika Widyastuti, menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Ia melihat peluang untuk mengintegrasikan kerja sama dengan program pengembangan riset di lingkungan Universitas Brawijaya.
Salah satu pintu masuknya ialah program UB STARS, yakni hibah riset mahasiswa yang menargetkan publikasi sebagai luaran penelitian. Melalui program ini, kedua institusi dapat mengembangkan penelitian bersama sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem riset.
“Kami di FTAB sangat terbuka untuk kolaborasi. Apalagi saat ini UB memiliki program UB STARS tentang hibah riset mahasiswa yang outputnya harus publikasi. Ini dapat menjadi pintu masuk kolaborasi yang konkret, misalnya joint supervision, joint publication, dan riset bersama mahasiswa S1 hingga S3,” jelas Endrika.
Skema tersebut memungkinkan dosen dan peneliti dari kedua institusi berbagi keahlian dalam membimbing mahasiswa, menyusun publikasi ilmiah, serta mengembangkan penelitian lintas jenjang pendidikan.
Dengan pendekatan itu, kerja sama tidak hanya memperkuat produktivitas riset. Kolaborasi juga dapat meningkatkan pengalaman akademik mahasiswa dan memperluas jejaring penelitian antarperguruan tinggi serta lembaga riset nasional.
Targetkan Produk Inovatif Siap Hilirisasi
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menekankan pentingnya mengarahkan kerja sama pada hasil yang terukur. Menurutnya, kesepakatan antarlembaga perlu menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar dokumen formal.
“Harapan saya ke depan, kegiatan ini tidak semata berhenti pada penandatanganan kerja sama, tapi juga siap menghasilkan satu produk bersama yang siap dihilirisasi dan dilempar ke masyarakat luas,” tegas Yusuf.
Ia menilai fermentasi tradisional menyimpan potensi besar karena menggabungkan kekayaan hayati dan warisan budaya Indonesia. Dukungan sains serta teknologi modern dapat meningkatkan mutu, konsistensi, dan daya saing produk tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.
Sejumlah peluang pengembangan mencakup starter kultur unggul, pangan fungsional berbasis fermentasi, hingga teknologi fermentasi presisi. Pilihan tersebut dapat menjadi arah penelitian bersama untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan peluang penerapan di sektor industri.
Namun, pengembangan produk juga membutuhkan tahapan penelitian, pengujian, standardisasi, dan pematangan teknologi. Karena itu, pembentukan tim kerja bersama menjadi langkah penting untuk menerjemahkan gagasan kolaborasi menjadi program riset yang konkret.
Dukung Ketahanan Pangan dan Inovasi Berkelanjutan
Kolaborasi FTAB UB dan PKR-FT UNS-BRIN juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Pengembangan fermentasi lokal berpotensi mendukung SDG 2 melalui penguatan ketahanan pangan. Riset pangan fungsional juga berkaitan dengan SDG 3, sedangkan keterlibatan mahasiswa dan penguatan pendidikan riset sejalan dengan SDG 4.
Dari sisi teknologi, inovasi fermentasi dapat berkontribusi pada SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. Pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan juga relevan dengan SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Sementara itu, kemitraan antara perguruan tinggi dan BRIN menjadi bagian penting dari SDG 17. Kolaborasi ini membuka ruang pengembangan sinergi dengan industri dan masyarakat agar hasil penelitian memiliki manfaat yang lebih luas.
Tinjau Fasilitas Penelitian FTAB UB
Selain mengikuti diskusi, rombongan PKR-FT UNS-BRIN meninjau sejumlah fasilitas di FTAB UB. Kunjungan tersebut mencakup Unit Layanan Terpadu, empat Center of Excellence (CoE), serta laboratorium terpadu beserta layanan pendukungnya.
Peninjauan ini memberikan kesempatan bagi kedua institusi untuk mengenali fasilitas dan potensi sumber daya yang dapat mendukung pelaksanaan riset bersama.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berharap dapat menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan membentuk tim kerja kolaboratif. Langkah tersebut menjadi fondasi untuk merancang penelitian, menentukan target luaran, serta mengembangkan produk unggulan bersama.
Melalui kolaborasi ini, FTAB UB dan PKR-FT UNS-BRIN berupaya mendorong fermentasi tradisional Indonesia berkembang dari warisan pengetahuan lokal menjadi inovasi berbasis riset. Keberhasilan kerja sama nantinya akan bergantung pada kemampuan kedua institusi menerjemahkan potensi ilmiah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing global.
















