Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

Sidoarjo Pasang Target Tinggi di Porprov Jatim 2027

74
×

Sidoarjo Pasang Target Tinggi di Porprov Jatim 2027

Sebarkan artikel ini
Atlet Sidoarjo disiapkan raih prestasi Porprov 2027 (foto Sulistiyowati)

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Ambisi Kabupaten Sidoarjo merebut gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 mulai memasuki tahap persiapan serius. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat menggerakkan program Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) dengan sasaran 1.000 poin.

Melalui program bertajuk The Golden Generation of Sidoarjo, daerah ini ingin membangun kekuatan olahraga yang kompetitif. Pembinaan tidak sekadar mengejar peningkatan kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga membentuk mental juara serta kesiapan atlet menghadapi persaingan pada Juli 2027.

Example 300x600

Bupati Sidoarjo Subandi menempatkan keberlanjutan pembinaan atlet sebagai salah satu prioritas. Ia menilai, daerah harus mampu menjaga talenta lokal agar tidak memilih memperkuat kontingen kabupaten atau kota lain.

Karena itu, Subandi meminta seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan dan masa depan atlet potensial.

“Saya tidak ingin lagi ada atlet Sidoarjo yang pindah ke daerah lain. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimana caranya agar atlet-atlet potensial ini tetap kita jaga, kita bina, dan kita berikan perhatian agar mereka bangga membela Kabupaten Sidoarjo,” tegas Subandi.

Ratusan Atlet Masuk Tahap Pembinaan Awal

Ketua KONI Kabupaten Sidoarjo, M. Rafi Wibisono, mengungkapkan bahwa tahap pertama Puslatkab berlangsung selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2026. Sebanyak 287 atlet bersama 86 pelatih mengikuti program awal tersebut.

KONI memprioritaskan cabang olahraga (cabor) individu yang memiliki peluang terukur dalam menyumbangkan medali. Strategi ini menjadi bagian dari upaya membangun perolehan poin secara bertahap sekaligus memetakan kekuatan kontingen Sidoarjo.

Rafi menegaskan, target besar membutuhkan proses panjang dan persiapan yang terukur. Atlet harus memiliki waktu memadai untuk mengasah kemampuan, memperbaiki kelemahan, serta membangun kepercayaan diri sebelum memasuki arena kompetisi.

“Untuk mencapai target, tidak ada kemenangan yang instan. Maka, kita harus mempersiapkan dari awal. Nah, untuk cabor individu kita awali karena merupakan cabor terukur yang dapat kita ukur perolehan medali emas,” ujarnya.

Memasuki Januari 2027, KONI akan memperluas cakupan pembinaan melalui Puslatkab tahap kedua. Seluruh cabang olahraga, termasuk nomor beregu, akan bergabung dengan jumlah peserta yang diproyeksikan melampaui 1.000 atlet.

Setelah itu, tahap ketiga akan menjadi momentum evaluasi dan penguatan akhir. Fase tersebut sekaligus mempersiapkan atlet agar mencapai performa terbaik menjelang Porprov Jatim X 2027.

Pemetaan Kekuatan untuk Mengamankan Medali

Di sisi lain, KONI Sidoarjo terus mengidentifikasi atlet potensial melalui koordinasi dengan pengurus setiap cabang olahraga. Proses penjaringan internal tersebut membantu menentukan atlet yang memiliki peluang menyumbangkan medali sekaligus menjadi dasar evaluasi selama pembinaan.

KONI juga mendorong atlet mengikuti berbagai kejuaraan, baik tingkat provinsi maupun nasional. Melalui kompetisi tersebut, atlet dapat mengukur perkembangan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.

Rafi mengingatkan bahwa pencapaian prestasi membutuhkan keseriusan seluruh unsur pembinaan. Atlet dan pelatih harus menjaga disiplin, konsistensi latihan, serta kemampuan membaca situasi pertandingan.

“Prestasi tidak hanya ditentukan dari kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga strategi, mental, dan karakter saat bertanding,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Subandi meminta para atlet menjadikan Puslatkab sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Ia ingin semangat membela daerah menjadi motivasi utama dalam setiap tahapan latihan.

Menurutnya, Sidoarjo harus memiliki target prestasi yang jelas. Selain mengejar gelar juara umum, pemerintah daerah juga berharap kontingen mampu mempertahankan posisi runner-up apabila target tertinggi belum tercapai.

“Anak-anakku para atlet, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Mari harumkan nama keluarga dan Kabupaten Sidoarjo. Kita harus punya semangat dan target untuk menjadi juara, minimal mampu mempertahankan posisi runner-up,” pesannya.

Masa Depan Atlet Jadi Perhatian Pemerintah

Komitmen Pemkab Sidoarjo terhadap olahraga tidak berhenti pada pencapaian medali. Pemerintah daerah juga mulai memperkuat dukungan terhadap masa depan atlet, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja setelah mereka mengakhiri karier kompetitif.

Subandi menjelaskan, pemerintah daerah akan memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi untuk membuka akses beasiswa bagi atlet berprestasi. Selain itu, dukungan jaminan kesehatan melalui BPJS, pendampingan medis, serta kolaborasi dengan rumah sakit juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada atlet selama menjalani latihan maupun menghadapi pertandingan.

“Kami akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi agar atlet berprestasi mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan. Dukungan kesehatan melalui BPJS, pendampingan medis, serta kerja sama dengan rumah sakit juga akan disiapkan untuk menunjang kebutuhan atlet selama latihan maupun pertandingan,” jelasnya.

Lebih jauh, Pemkab Sidoarjo ingin memastikan para atlet tetap memiliki kesempatan mengembangkan karier setelah tidak lagi aktif berkompetisi. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan peran Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Melalui forum tersebut, Pemkab Sidoarjo akan menjajaki kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di wilayahnya. Peluang kerja bagi atlet berprestasi diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan dunia usaha terhadap pengembangan sumber daya manusia daerah.

“Kemarin kita sudah membentuk Forum CSR. Selanjutnya akan kita koordinasikan kebutuhan dan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Sidoarjo. Harapannya, tenaga kerja yang terserap merupakan warga Sidoarjo, termasuk atlet-atlet berprestasi yang nantinya memiliki kesempatan untuk berkarier di dunia usaha,” pungkas Subandi.

Dengan demikian, Puslatkab tidak hanya menjadi persiapan menghadapi Porprov 2027, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Sidoarjo kini memiliki pekerjaan besar: menjaga atlet terbaiknya, meningkatkan kualitas pembinaan, dan mengubah target 1.000 poin menjadi prestasi nyata di tingkat Jawa Timur.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *