JATIMTERBARU.COM, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) memperluas jejaring riset internasional dengan menjajaki kemitraan akademik bersama Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Malaysia. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), sains data, dan sistem komputasi cerdas, sekaligus membuka akses pendanaan penelitian lintas negara.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi UB memperkuat kapasitas penelitian dan inovasi berbasis teknologi. Kedua perguruan tinggi juga melihat peluang untuk menyinergikan keahlian akademisi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Penjajakan berlangsung pada Selasa (27/10/2026) melalui program Dosen Berkarya. Empat dosen Program Studi Sarjana Matematika, Departemen Matematika UB, mengunjungi Center for Resilient Data Analytics and Computational Systems (CeRDaS) UTP di Seri Iskandar, Perak, Malaysia.
Delegasi UB dipimpin Ketua Program Studi Sarjana Matematika, Ummu Habibah, S.Si., M.Si., Ph.D. Ia didampingi Prof. Dr. Marjono, M.Phil., Kwardiniya Andawaningtyas, S.Si., M.Si., serta Avin Maulana, S.Mat., M.Kom.
Petakan Potensi Riset dan Keahlian Akademisi
Dalam forum bertajuk Research, Innovation & Academic Collaboration, kedua institusi mengidentifikasi sejumlah bidang penelitian yang berpeluang dikembangkan secara bersama. Pembahasan menitikberatkan pada integrasi keilmuan matematika dengan perkembangan teknologi komputasi dan kebutuhan sektor industri.
Kepala CeRDaS UTP, Dr. Shuhaida binti Mohamed Shuhidan, memaparkan arah penelitian lembaganya. Fokus tersebut mencakup kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, analitika data, optimasi, sistem komputasi, hingga inovasi teknologi untuk menjawab tantangan industri.
Sebagai bagian dari penjajakan, delegasi UB turut memperkenalkan kelompok riset di lingkungan Program Studi Sarjana Matematika. Kedua pihak kemudian bertukar informasi mengenai kompetensi dan pengalaman penelitian masing-masing.
Pertukaran tersebut menjadi dasar untuk menemukan titik temu keahlian. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya bertumpu pada hubungan kelembagaan, tetapi juga memiliki landasan akademik dan agenda penelitian yang jelas.
Buka Peluang Pendanaan Penelitian Lintas Negara
Selain memetakan bidang penelitian, UB dan UTP membahas pola kolaborasi melalui pendekatan co-create, co-develop, dan co-deliver. Model ini mendorong keterlibatan kedua institusi sejak perumusan ide, pengembangan penelitian, hingga penyelesaian luaran bersama.
Kedua pihak juga menjajaki peluang pendanaan melalui skema matching grant atau matching fund. Mekanisme tersebut berpotensi memperkuat dukungan pembiayaan sekaligus memperluas kesempatan peneliti Indonesia dan Malaysia untuk menjalankan proyek riset bersama.
Di bidang pengembangan sumber daya akademik, pertemuan tersebut turut membahas peluang mobilitas dosen dan peneliti. UB memperkenalkan program UB STARS, sedangkan UTP menawarkan Research Attachment Programme (RAP) sebagai salah satu jalur penguatan pengalaman penelitian internasional.
Melalui kedua program tersebut, akademisi berpeluang memperluas jejaring keilmuan, bertukar pengalaman, serta membangun kapasitas penelitian melalui lingkungan akademik lintas negara.
Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Pertemuan UB dan UTP juga mendapat dukungan Mohana Sundaram Muthuvalu, Ph.D., P.Tech., FIMA, mantan Kepala CeRDaS. Ia memfasilitasi komunikasi kedua pihak dengan bekal hubungan akademik yang telah terjalin bersama Ummu Habibah melalui program Adjunct Professor.
Penjajakan ini sekaligus mencerminkan komitmen UB dalam memperluas kemitraan global. Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Sementara itu, pengembangan riset AI, sains data, dan sistem komputasi cerdas juga mendukung SDG 8. Fokus tersebut berkaitan dengan penguatan inovasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penciptaan peluang pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Ke depan, UB dan UTP diharapkan dapat menerjemahkan hasil penjajakan menjadi agenda penelitian yang konkret. Pengembangan riset bersama, akses pendanaan internasional, dan pertukaran akademisi menjadi sejumlah peluang strategis untuk memperkuat kontribusi kedua institusi.
Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang bagi pengembangan ilmu matematika agar semakin relevan dengan tantangan teknologi dan kebutuhan industri. Dengan sinergi keahlian lintas negara, UB berpeluang memperluas kontribusi riset sekaligus meningkatkan daya saing akademik di tingkat internasional.
















