Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pendidikan

Polbangtan Yoma Belajar Mutu dan Hilirisasi Riset ke FTAB UB

58
×

Polbangtan Yoma Belajar Mutu dan Hilirisasi Riset ke FTAB UB

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Penguatan mutu pendidikan vokasi, pengembangan riset berorientasi industri, hingga penciptaan wirausaha muda menjadi fokus kunjungan benchmarking Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) ke Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTAB UB), Rabu (4/11/2026).

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Polbangtan Yoma untuk menggali praktik pengelolaan pendidikan tinggi yang mampu mengintegrasikan kualitas akademik, produktivitas penelitian, serta pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Example 300x600

Rombongan dipimpin Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Dr. Endah Puspitojati, S.TP., M.P. Sebanyak 21 peserta turut hadir, terdiri dari jajaran pimpinan, ketua jurusan, ketua program studi, serta pengelola penjaminan mutu dan Teaching Factory (TEFA).

Dalam kegiatan tersebut, Polbangtan Yoma secara khusus mempelajari tiga bidang yang menjadi kekuatan FTAB UB, yakni sistem penjaminan mutu, hilirisasi hasil penelitian, dan pembinaan kewirausahaan mahasiswa.

Dr. Endah Puspitojati mengungkapkan, FTAB UB memiliki sejumlah praktik pengelolaan akademik yang relevan untuk dikembangkan di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.

“Kami datang ke FTAB UB karena kami melihat tiga kekuatan utama di sini yang ingin kami tiru: sistem penjaminan mutu yang berjalan konsisten, penelitian yang tidak berhenti di jurnal tetapi sampai ke hilirisasi, dan mahasiswa yang dibina menjadi wirausaha. Kami ingin belajar langsung, bukan hanya dari dokumen,” ujar Endah.

Capaian Akademik dan Tata Kelola FTAB UB Jadi Rujukan

Pemilihan FTAB UB sebagai lokasi benchmarking tidak terlepas dari berbagai capaian institusi tersebut dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan tata kelola kelembagaan.

Seluruh departemen di FTAB UB telah memiliki akreditasi internasional pada sejumlah program studi sarjana. Selain itu, mayoritas program studinya juga mengantongi predikat Unggul dan Baik Sekali.

Fakultas ini juga mencatatkan prestasi dalam pembangunan zona integritas melalui predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Berbagai capaian tersebut mencerminkan konsistensi FTAB UB dalam membangun budaya mutu, memperkuat produktivitas riset, serta mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menyambut langsung kedatangan rombongan Polbangtan Yoma. Ia menegaskan bahwa institusinya terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Selamat datang di FTAB UB. Kami sangat terbuka untuk berbagi. Bagi kami, mutu tidak dibangun dalam waktu singkat. Mutu itu dibangun melalui sistem yang dijalankan bersama, riset yang berdampak, dan mahasiswa yang berani berwirausaha,” ungkap Yusuf.

Ia berharap pengalaman dan praktik pengelolaan di FTAB UB dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Polbangtan Yoma.

“Kami berharap pengalaman FTAB UB dapat menjadi inspirasi bagi Polbangtan Yoma dalam mewujudkan visinya menjadi politeknik unggul bertaraf internasional pada tahun 2035,” tambahnya.

Jejaring Internasional Perkuat Pengembangan Akademik dan Riset

Setelah pembukaan, Wakil Dekan I Bidang Akademik FTAB UB, Endrika Widyastuti, Ph.D., memaparkan profil kelembagaan. Materi mencakup visi dan misi, pengembangan program studi, capaian akademik, hingga jaringan kemitraan.

FTAB UB saat ini menjalin kerja sama dengan lebih dari 60 universitas di dalam maupun luar negeri. Fakultas tersebut juga membangun kolaborasi dengan berbagai industri dan lembaga penelitian.

Endrika menjelaskan bahwa jejaring tersebut membuka ruang lebih luas bagi pengembangan pendidikan dan penelitian. Kolaborasi itu juga mendukung pertukaran mahasiswa, kerja sama akademik, serta pengembangan inovasi agar mampu menjangkau pasar.

“Jejaring ini menjadi fondasi penting bagi FTAB UB untuk menjaga mutu pendidikan. Dari jejaring ini pula terbuka peluang kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, dan pengembangan produk hilirisasi,” jelas Endrika.

Ia juga memperkenalkan Prime CoE Grant sebagai salah satu program strategis FTAB UB untuk mempercepat pengembangan inovasi dosen menjadi produk siap pasar.

“Prime CoE Grant adalah strategic grant yang kami desain untuk membantu dosen mengubah inovasi menjadi market ready product. Kami tidak hanya ingin produknya jadi, tetapi juga menguji apakah produk itu bisa diterima oleh konsumen,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, FTAB UB turut memperkenalkan berbagai prestasi dosen dan mahasiswa. Capaian itu meliputi penelitian, inovasi produk pangan, hingga kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.

Sistem Penjaminan Mutu Berjalan Melalui Siklus PPEPP

Pembahasan pertama berfokus pada sistem penjaminan mutu internal. Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FTAB UB, Dr. Nur Ida Panca, STP., MP., menjelaskan mekanisme pengendalian kualitas pendidikan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

FTAB UB menerapkan siklus PPEPP yang mencakup Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. Fakultas juga menjalankan Audit Mutu Internal (AMI) untuk memastikan setiap standar berjalan secara konsisten.

Melalui mekanisme tersebut, FTAB UB mengawasi berbagai aspek akademik. Mulai dari penyusunan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, hingga peningkatan kualitas layanan mahasiswa.

“SPMI di FTAB UB bukan hanya dokumen. Melalui siklus PPEPP, kami memastikan kurikulum, proses pembelajaran, hingga layanan mahasiswa berjalan sesuai standar, terdokumentasi, dan terus ditingkatkan,” tegas Nur Ida.

Ia menambahkan, konsistensi dalam menjalankan sistem mutu menjadi salah satu faktor pendukung pencapaian akreditasi Unggul serta peningkatan reputasi akademik fakultas.

Hilirisasi Penelitian, Dorong Inovasi Menjangkau Industri

Agenda berikutnya mengulas pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) FTAB UB, Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., memaparkan strategi fakultas dalam mengembangkan hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata.

Menurutnya, penelitian perguruan tinggi perlu menghasilkan lebih dari sekadar publikasi ilmiah. Hasil riset harus memiliki peluang pengembangan menjadi produk, teknologi, maupun inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

“Kami di FTAB UB mendorong penelitian agar tidak berhenti di publikasi. Riset harus siap dihilirisasi, menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri. Jadi tidak berhenti di laboratorium tapi sebaiknya harus bisa diterima masyarakat dan terutama fungsional,” ujar Nur Lailatul.

Ia menjelaskan, sejumlah penelitian FTAB UB telah menghasilkan inovasi pangan fungsional dan teknologi agroindustri. Pengembangannya juga melibatkan mitra industri agar hasil penelitian memiliki peluang pemanfaatan lebih luas.

Pendekatan tersebut memperkuat hubungan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Dengan demikian, riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi dan pengembangan produk bernilai tambah.

Mahasiswa Didorong Menjadi Pencipta Lapangan Kerja

Sesi terakhir mengangkat pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Dalam pembahasan ini, FTAB UB memperkenalkan pola pembinaan yang mendorong mahasiswa memiliki kemampuan menciptakan usaha secara mandiri.

Fakultas tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi untuk memasuki dunia kerja. Mereka juga memperoleh dorongan untuk membangun usaha melalui startup, inkubasi bisnis, serta pendampingan kewirausahaan berbasis hasil penelitian.

Sejumlah mahasiswa FTAB UB bahkan telah meraih prestasi dalam kompetisi kewirausahaan tingkat nasional. Beberapa di antaranya juga mengembangkan usaha dengan memanfaatkan produk inovasi hasil penelitian dosen.

Model pembinaan tersebut menjadi salah satu perhatian Polbangtan Yoma dalam upaya memperkuat kompetensi lulusan pendidikan vokasi pertanian.

“Mahasiswa kami tidak hanya kami siapkan untuk bekerja. Kami siapkan mereka untuk menciptakan lapangan kerja melalui startup, inkubasi bisnis, dan pendampingan usaha berbasis riset,” ungkap salah satu narasumber dalam sesi tersebut.

Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi Pertanian

Melalui kegiatan benchmarking ini, FTAB UB dan Polbangtan Yoma berharap dapat memperluas pertukaran pengetahuan serta memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan pertanian.

Ketiga bidang yang menjadi fokus pembahasan diharapkan mampu memberikan referensi bagi pengembangan tata kelola pendidikan vokasi. Terutama dalam membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan, mempercepat hilirisasi penelitian, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi mahasiswa.

Kolaborasi semacam ini juga menjadi bagian penting dalam mendorong perguruan tinggi pertanian menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja maupun perkembangan industri.

Dengan menghubungkan mutu pendidikan, inovasi penelitian, dan kewirausahaan, kedua institusi berupaya memperkuat kontribusi pendidikan tinggi pertanian terhadap pembangunan sektor pertanian Indonesia.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *