Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

Hadapi Persik Kediri, Arema Andalkan Fokus dan Kolektivitas

114
×

Hadapi Persik Kediri, Arema Andalkan Fokus dan Kolektivitas

Sebarkan artikel ini
Jajaran Pelatih dan pemain Arema FC usia conference pers

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Arema FC siap menghadapi Persik Kediri di derbi Jawa Timur. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Jumat 19 September 2026.

Tim Singo Edan datang dengan persiapan singkat. Mereka baru saja menjalani laga tandang melawan PSM Makassar.

Example 300x600

Persiapan Singkat Usai Laga PSM Makassar

Head Coach Arema FC Marcos Santos mengakui waktu persiapan sangat terbatas. Perjalanan jauh membuat pemain mengalami kelelahan.

Namun kondisi itu tidak mengurangi fokus tim. Para pemain tetap mempersiapkan diri dengan baik.

“Kami memiliki waktu yang sangat singkat setelah lawan PSM Makassar. Perjalanan jauh membuat pemain lelah. Tetapi pemain sangat fokus dan siap,” ujar Marcos dalam konferensi pers, Kamis 17 September 2026.

*Marcos Santos Waspadai Kekuatan Persik*

Marcos menilai Persik sebagai tim kuat. Tim Macan Putih mempertahankan pelatih dan mayoritas skuad musim lalu.

Selain itu, Persik menambah beberapa pemain berkualitas. Karena itu, laga besok tidak akan mudah.

“Persik adalah tim yang kuat. Mereka mempertahankan pelatih dan mayoritas pemain. Kemudian mereka menambah pemain berkualitas,” jelasnya.

Marcos juga menganalisis gaya main Persik. Persik tidak hanya mengandalkan serangan balik. Mereka juga mampu menguasai bola dan membangun serangan terorganisasi.

Ia meminta pemain mewaspadai tiga sosok kunci. Mereka adalah Jose Henrique di depan, Careca di tengah, dan pemain sayap cepat.

“Kami harus disiplin, tetap fokus dan menjalankan gaya permainan kami. Targetnya tentu mengamankan tiga poin,” tegasnya.

Update Kondisi Skuad Singo Edan

Marcos memberikan update kondisi tiga pemain penting. Pertama adalah Gustavo Henrique yang masih dalam pemulihan cedera serius.

Tim medis dan manajemen memberi ruang penuh untuk proses pemulihannya. Karena itu, ia belum bisa tampil dalam waktu dekat.

Kedua adalah bomber baru Samuel Otusanya. Ia baru bergabung dan butuh waktu untuk mengembalikan kebugaran.

Samuel sudah dua bulan tidak latihan dengan bola dan tidak menjalani laga resmi. Meski begitu, ia bekerja keras untuk mengembalikan ritme.

“Samuel bekerja keras untuk mengembalikan kondisi fisiknya. Jika memang dibutuhkan, dia sudah siap,” kata Marcos.

Ketiga adalah Alfeanda Dewangga yang sudah pulih total. Tim medis memberi lampu hijau untuk kembali tampil.

Marcos belum menentukan komposisi lini depan. Mauro Zistra baru kembali usai pemulihan enam pekan. Sementara Samuel baru ikut latihan taktis.

Namun Samuel punya fleksibilitas tinggi. Ia bisa bermain sebagai penyerang murni dan juga di sektor sayap.

“Kami belum menentukan komposisi akhir. Yang penting bukan siapa penyerangnya. Dalam dua laga awal tanpa striker murni, kami mampu cetak banyak gol,” ungkapnya.

Bagi Marcos, efektivitas kolektif lebih penting. Kemenangan tim menjadi fokus utama, bukan jumlah penyerang di lapangan.

Evaluasi Lini Pertahanan dan Konsentrasi

Marcos juga menanggapi sorotan lini belakang Arema. Tim kebobolan di menit akhir pada laga sebelumnya.

Ia menilai masalah bukan pada skema pertahanan. Penyebab utama adalah penurunan konsentrasi pemain di akhir laga.

“Saya tidak sepakat jika lini belakang kami lemah. Pada laga pertama kami menang 1-0 tanpa kebobolan,” ujarnya.

Menurutnya, Arema sebenarnya bisa mengunci laga lebih cepat. Beberapa peluang emas gagal menjadi gol. Akibatnya, lawan tetap punya kesempatan untuk membalas.

“Kalau kami maksimalkan dua peluang emas menjadi gol dan unggul 4-1 atau 5-1, sorotan ke pertahanan tidak akan seperti ini,” katanya.

Karena itu, tim sudah melakukan evaluasi. Aspek konsentrasi menjadi fokus perbaikan utama jelang lawan Persik.

Imbauan Jaga Kondusivitas di Kanjuruhan

Menjelang derbi, Marcos mengingatkan pentingnya keamanan. Laga akan berlangsung tanpa suporter tim tamu.

Pemain Arema FC Adi Satryo juga memberi imbauan. Ia berharap suporter memberi dukungan positif.

“Kami harus menjaga kandang sendiri. Saya mengimbau seluruh suporter untuk tetap menjaga kedamaian dan keamanan,” ujar Adi.

Ia menilai rivalitas adalah bagian dari sepak bola. Namun rivalitas tidak boleh berkembang menjadi tindakan berlebihan. Tindakan itu bisa merugikan klub dan kompetisi Liga Indonesia.

Dengan persiapan tersebut, Arema FC siap menerjemahkan strategi di lapangan. Mental, disiplin, konsentrasi, dan kolektivitas menjadi modal penting untuk amankan tiga poin di Kanjuruhan

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *