JATIMTERBARU, MALANG – Bea Cukai Malang kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal dengan berhasil menggagalkan pengiriman 150.000 batang rokok ilegal yang dikirim dari Jambi menuju Malang melalui jasa ekspedisi.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores mengungkapkan bahwa Tim Bea Cukai Malang menerima informasi hasil kegiatan crawling terkait adanya dugaan pengiriman Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) ilegal dari Jambi menuju Malang menggunakan jasa ekspedisi.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas segera melakukan pemantauan terhadap paket yang dicurigai.
Berdasarkan hasil pemantauan, paket tersebut tiba di Malang. Tim kemudian melakukan pemeriksaan di gudang jasa ekspedisi yang berlokasi di Jalan Komud Abd. Saleh, Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan berbagai jenis dan merek hasil tembakau, antara lain Manchester, Platinum, dan merek lainnya, yang dikemas dalam 15 koli berisi 7.500 bungkus atau setara dengan 150.000 batang rokok,” ungkapnya, Selasa (9/6/2026).
Seluruh barang tersebut diketahui tidak dilekati pita cukai sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Atas temuan tersebut, petugas melakukan penindakan dan membawa barang bukti ke Kantor Bea Cukai Malang untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari hasil penindakan ini, diperkirakan nilai barang mencapaiRp234.750.000 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp119.100.000.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang menegaskan bahwa pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kepatuhan di bidang cukai dan melindungi penerimaan negara.
“Peredaran rokok ilegal tidak hanya berdampak pada hilangnya penerimaan negara, tetapi juga merugikan pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usahanya secara patuh,” tegasnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menolak peredaran rokok ilegal dengan tidak membeli, menjual, maupun mengedarkannya, serta melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran di lingkungan sekitar,” pungkasnya.


















