Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Budaya

Brawijaya Culture Fest 2026 Angkat Budaya dan Ekraf Malang

87
×

Brawijaya Culture Fest 2026 Angkat Budaya dan Ekraf Malang

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pelestarian budaya dan promosi kuliner Nusantara. Komitmen tersebut tercermin dalam Brawijaya Culture and Food Festival 2026 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (11/10/2026). Mengusung tema “Aksara Rasa: Savor of The Soul Nusantara”, festival ini memadukan kekayaan tradisi dengan kreativitas generasi muda.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan beragam kuliner. Festival ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi kreatif sekaligus menjaga identitas budaya Indonesia. Melalui perpaduan tersebut, penyelenggara ingin memperkuat daya tarik pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Example 300x600

Generasi Muda Jadi Penggerak Pelestarian Budaya

Ketua Pelaksana Brawijaya Culture and Food Festival 2026, Nariswari Nismara, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia. Ia mendorong anak muda untuk memadukan nilai-nilai tradisi dengan kreativitas agar budaya Nusantara tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Festival ini memberi kesempatan kepada generasi muda untuk memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat luas. Perpaduan seni dan kuliner juga menghadirkan pendekatan yang lebih menarik dalam mengenalkan tradisi kepada berbagai kalangan.

Dengan cara tersebut, generasi muda tidak hanya mengenal kekayaan budaya Indonesia. Mereka juga dapat mengambil peran aktif dalam merawat, mengembangkan, dan mempromosikan identitas budaya Nusantara.

Pemkot Malang Dorong UMKM dan Pariwisata

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, hadir mewakili Wali Kota Malang. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan pariwisata untuk memperkuat perekonomian daerah.

“Pemerintah Kota Malang sangat mendukung kegiatan yang mengombinasikan atraksi seni budaya dengan potensi kuliner Nusantara. Melalui ajang seperti Brawijaya Culture and Food Festival ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi para pelaku UMKM dan generasi muda untuk terus berkreasi serta memperkuat daya tarik pariwisata Kota Malang,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan yang memadukan budaya dan kuliner dapat memperluas peluang promosi bagi pelaku usaha lokal. Festival juga menghadirkan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Selain memperkaya agenda pariwisata, kegiatan semacam ini berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kolaborasi pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar potensi lokal memberikan manfaat berkelanjutan.

Menteri Ekraf Dukung Potensi Kreatif Kota Malang

Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, turut menyampaikan dukungannya melalui sambutan daring. Ia menilai Kota Malang memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif, terutama melalui perpaduan talenta muda, kekayaan budaya, dan potensi kuliner.

“Kota Malang memiliki ekosistem kreatif, talenta muda, serta kekuatan budaya dan kuliner yang terus berkembang. Inisiatif seperti Brawijaya Culture and Food Festival penting untuk memperkuat potensi tersebut menjadi karya dan peluang ekonomi yang berdampak bagi masyarakat. Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung penuh kolaborasi antara generasi muda, komunitas, pelaku kreatif, dan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah,” tutur Menteri Ekraf.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan potensi kreatif daerah. Pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha dapat membangun sinergi untuk menghasilkan karya inovatif yang memiliki nilai ekonomi.

Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi pelaku kreatif untuk memperluas jaringan dan mempromosikan produk lokal. Dengan demikian, festival budaya dapat berperan lebih jauh sebagai penggerak ekonomi, bukan sekadar agenda hiburan.

Pertunjukan Seni Daerah Meriahkan Festival

Brawijaya Culture and Food Festival 2026 berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Panitia menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari penampilan siswa-siswi sekolah hingga pertunjukan kesenian daerah yang mencerminkan keberagaman tradisi Indonesia.

Berbagai pertunjukan tersebut memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperkenalkan seni budaya kepada generasi muda. Melalui penampilan langsung, peserta dapat mengekspresikan kreativitas dan menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya Nusantara.

Keterlibatan pelajar juga memperkuat unsur edukasi dalam festival. Pendekatan ini membantu mendekatkan tradisi kepada generasi muda melalui kegiatan yang interaktif dan menarik.

Parade Kuliner Nusantara Angkat Potensi Lokal

Selain pertunjukan seni, panitia menghadirkan parade makanan Nusantara yang menonjolkan keragaman cita rasa Indonesia. Agenda ini mengangkat kuliner sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan.

Setiap sajian kuliner memiliki cerita dan karakter yang mencerminkan tradisi masyarakat dari berbagai daerah. Karena itu, promosi makanan Nusantara tidak hanya memperkenalkan cita rasa, tetapi juga memperluas pemahaman masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Dalam rangkaian acara tersebut, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada peserta dan memberikan apresiasi kepada generasi muda yang berkontribusi dalam menyukseskan festival. Langkah ini menjadi bentuk penghargaan atas partisipasi mereka dalam mendukung pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas.

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekonomi Kreatif

Brawijaya Culture and Food Festival 2026 menunjukkan peluang pengembangan ekonomi kreatif melalui perpaduan budaya, kuliner, dan kreativitas generasi muda. Namun, para pemangku kepentingan perlu menjaga kesinambungan program agar potensi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Malang dapat memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku industri kreatif untuk mengembangkan potensi lokal. Di sisi lain, promosi yang konsisten dapat membantu UMKM memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Budaya dan Kuliner Jadi Kekuatan Pariwisata Malang

Melalui pengembangan ekosistem kreatif, Kota Malang berpeluang memperkuat posisinya sebagai daerah yang kaya seni, budaya, dan kuliner. Potensi tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pengembangan ekonomi kreatif perlu berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi. Dengan kolaborasi berkelanjutan, festival budaya diharapkan mampu mendukung daya saing daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Sumber Prokopim Pemkot Malang

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *