Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Istri Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan Kepada Keluarga Penerima Manfaat

64
×

Istri Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan Kepada Keluarga Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Kabar gembira, sebanyak 1.451 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Keboananom, Desa Ganting, dan Desa Karangbong telah menerima bantuan pangan yang disalurkan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi.

Pada kesempatan tersebut, istri Bupati Sidoarjo ini menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada ribuan warga di tiga desa di Kecamatan Gedangan, Rabu (17/6/2026).

Example 300x600

Sebagai informasi bantuan yang diterima masyarakat untuk alokasi Februari–Maret 2026 sebagai upaya membantu dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Penyaluran bantuan dilakukan bersama jajaran Dinas Pertanian Sidoarjo, Dinas Sosial Sidoarjo, Wakil Cabang Bulog Sidoarjo, serta Forkopimka Gedangan. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Istri Bupati Sidoarjo, Sriatun Subandi mengungkapkan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

“Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, bantuan pangan ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat. Bantuan ini berasal dari program Presiden Republik Indonesia yang disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya.

Menurut Sriatun, berdasarkan data yang dihimpun, bantuan diberikan kepada 570 penerima manfaat di Desa Keboananom, 376 penerima manfaat di Desa Ganting, dan 505 penerima manfaat di Desa Karangbong.

Sriatun menyebut bahwa jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk tahun ini tercatat sebanyak 181.442 warga menerima bantuan pangan, meningkat dari sekitar 79 ribu penerima manfaat pada tahun 2025.

“Seluruh data penerima manfaat telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pusat, sehingga penyaluran bantuan dapat tepat sasaran,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tidak diperjualbelikan. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat menjaga ketahanan pangan rumah tangga.

“Mudah-mudahan bantuan beras yang diberikan pemerintah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan digunakan sebagaimana mestinya untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sriatun juga memastikan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Selain itu, beras yang dibagikan merupakan hasil produksi petani dalam negeri sehingga sekaligus mendukung sektor pertanian nasional.

“Beras yang dibagikan kepada masyarakat ini kualitasnya baik dan sangat layak untuk dikonsumsi. Beras ini merupakan hasil produksi Indonesia, bukan beras impor,” tegasnya.

Pihaknya berharap program bantuan pangan yang terus digulirkan pemerintah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui dukungan terhadap hasil pertanian dalam negeri.

“Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong sektor pertanian Indonesia agar semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *