JATIMTERBARU.COM, SURABAYA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur dalam upaya pengurangan angka pengangguran, terus mendorong pengembangan profesi freelancer di bidang ekonomi kreatif dan digital bisnis.
Langkah tersebut diwujudkan melalui program Penciptaan Talenta Millennium Job Center (MJC) Batch 2 bidang konten kreator yang digelar di Aston Sidoarjo City Hotel and Conference Center, 19–21 Mei 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menegaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini tidak lagi hanya bergantung pada sektor formal.
Sigit menuturkan bahwa profesi freelancer menjadi kekuatan baru dalam memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang digital kreatif.
“Kalau kita bicara MJC, kita bicara freelancer. Ini kekuatan baru untuk pengurangan pengangguran. Anak-anak yang mungkin tidak berminat bekerja di sektor formal tetapi punya kemampuan dan bakat di bidang digital bisnis, kita fasilitasi agar bisa berkembang menjadi profesi,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Sigit, Disnakertrans Jatim terus membangun kemitraan untuk memperluas jejaring peserta MJC, salah satunya melalui kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur yang memiliki bidang industri kreatif.
“Kami ingin kemampuan yang mereka miliki itu ada tempatnya. Mereka bekerja sebagai profesi dan mendapatkan penghasilan dari jasa yang dimiliki. Tugas kami selesai ketika talenta ini bisa dipertemukan dengan industri yang membutuhkan jasa digital mereka,” ujar Sigit.
Selain itu, indikator keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang dilatih, tetapi sejauh mana peserta berhasil memperoleh pekerjaan, proyek, maupun peningkatan pendapatan setelah mengikuti pelatihan.
“Indikatornya bukan sekadar berapa orang yang dilatih, tetapi berapa yang berhasil pendapatannya naik setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan akses jejaring,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, mengatakan program MJC Batch 2 bertujuan membangun ekosistem jejaring antara talenta, mentor, dan klien guna membuka peluang profesi baru bagi generasi muda Jawa Timur.
“Tujuan kegiatan ini untuk mengubah mindset bahwa peluang kerja tidak hanya di sektor formal, tetapi juga di sektor informal khususnya ekonomi kreatif dan digital business,” ujar Purwanti.
Pihaknya menyebut bahwa kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dari lima Bakorwil di Jawa Timur, yakni Malang, Madiun, Bojonegoro, Jember, dan Pamekasan.
Dari jumlah tersebut, tiga peserta merupakan penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen MJC inklusif.
Purwanti juga menyebut pihaknya tengah menyiapkan konsep business matching pada pelatihan berikutnya dengan menghadirkan industri yang membutuhkan jasa promosi digital dan konten kreator.
“Harapannya nanti di hari terakhir pelatihan tidak hanya belajar, tetapi langsung dipertemukan dengan industri yang membutuhkan jasa mereka sehingga peserta bisa langsung mendapatkan proyek berbayar,” katanya.
Menurutnya, konsep freelancer di bidang ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari perluasan kesempatan kerja yang relevan dengan perkembangan industri digital saat ini.
“Bekerja itu tidak harus selalu ditempatkan di perusahaan. Ketika mereka berwirausaha dan menjadi freelancer di bidang ekonomi kreatif, itu juga sudah bekerja,” tandasnya.
Sumber Humas Diskominfo Provinsi Jatim.


















