Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Ekonomi Bisnis

UPN Jatim Dampingi Tebuireng Perkuat Ekonomi Pesantren

98
×

UPN Jatim Dampingi Tebuireng Perkuat Ekonomi Pesantren

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, JOMBANG – Penguatan tata kelola keuangan menjadi langkah penting bagi pesantren untuk menjaga keberlanjutan ekonomi. Selain itu, pengelolaan usaha yang baik dapat memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui pendampingan akuntansi syariah, tim dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mendorong Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, mengembangkan tata kelola usaha yang transparan, akuntabel, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Example 300x600

Dosen dan Mahasiswa Terlibat dalam Pendampingan

Tim pengabdian masyarakat tersebut dipimpin Armizha Rahmatika, S.A., M.A. Ia bekerja bersama Dr. Lina Nasehatun Nafidah dan Nur Afiqoh Sari, S.A., M.A.

Dua mahasiswa, Mei Yuana Krisdawati dan Aliyah Putri Setyoutami, turut mendukung kegiatan ini. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur memfasilitasi program tersebut.

Tim menggelar sejumlah sesi pendampingan sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Dalam kegiatan ini, mereka membantu pesantren memperkuat pencatatan keuangan dan mengembangkan tata kelola usaha sesuai prinsip akuntansi syariah.

Petakan Potensi Usaha Pesantren

Pendampingan mencakup berbagai unit usaha dan kegiatan ekonomi di lingkungan Tebuireng. Tim mengidentifikasi potensi pengembangan BMT dan BPR Syariah Lantabur, koperasi, usaha katering, LSPT, serta wisata religi di kawasan makam Gus Dur.

Selain itu, tim meninjau pemanfaatan tanah wakaf produktif melalui kemitraan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Berbagai potensi tersebut dapat mendukung kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperluas manfaat usaha bagi masyarakat.

Terapkan Prinsip Akuntansi Syariah

Dalam pendampingan ini, tim menggunakan pendekatan Sharia Enterprise Theory (SET) sebagai landasan pengelolaan organisasi. Teori tersebut menempatkan Allah SWT sebagai pemilik mutlak sumber daya. Sementara itu, manusia menjalankan amanah sebagai khalifah yang bertanggung jawab mengelolanya.

Pendekatan SET juga menekankan tiga dimensi pertanggungjawaban. Ketiganya meliputi hubungan dengan Allah SWT (hablunminallah), hubungan antarmanusia (hablunminannas), dan hubungan dengan lingkungan (hablunminal’alam).

Ketua tim, Armizha Rahmatika, menjelaskan bahwa akuntansi syariah tidak hanya mengatur pencatatan transaksi keuangan. Lebih dari itu, pendekatan ini mendorong pengelola usaha menjaga amanah serta mempertanggungjawabkan setiap aktivitas secara moral dan spiritual.

Usaha Pesantren Beri Manfaat bagi Warga

Penguatan tata kelola keuangan membuka peluang bagi pesantren untuk memperluas manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar. Melalui layanan pembiayaan, BMT dan BPR Syariah Lantabur mendukung kebutuhan permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, keuntungan usaha katering dan koperasi membantu pesantren menjalankan skema subsidi silang bagi para santri. Di sisi lain, LSPT menjalankan layanan sosial dan pendidikan untuk memperluas kontribusi pesantren kepada masyarakat.

Aktivitas wisata religi di kawasan makam Gus Dur juga menggerakkan perekonomian warga. Kehadiran peziarah membuka peluang usaha bagi pedagang dan pelaku ekonomi lokal.

Selain itu, pengelolaan kolam ikan di atas tanah wakaf produktif menunjukkan potensi pesantren dalam mengembangkan aset untuk kegiatan ekonomi berkelanjutan.

Akuntabilitas Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Anggota tim, Dr. Lina Nasehatun Nafidah, menekankan pentingnya akuntabilitas yang bertumpu pada kepercayaan. Menurutnya, prinsip tersebut dapat mendukung pembangunan global serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan inklusif.

Karena itu, tata kelola keuangan yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha pesantren. Pengelola tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga perlu memperhatikan manfaat sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dukung Target SDGs ke-8

Pendampingan akuntansi syariah di Tebuireng sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8.

Agenda tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang layak, serta peningkatan produktivitas ekonomi.

Melalui tata kelola yang transparan dan berorientasi pada kemaslahatan, pesantren berpeluang memperkuat kemandirian ekonomi. Dengan demikian, pengembangan unit usaha juga dapat memperluas kontribusi pesantren bagi masyarakat.

UPN Jatim Perkuat Program Kampus Berdampak

Kegiatan ini mencerminkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat. UPN “Veteran” Jawa Timur mendorong penerapan ilmu akuntansi syariah agar memberikan manfaat langsung bagi pengelolaan ekonomi pesantren.

Pendampingan tersebut sekaligus mendukung agenda Kampus Berdampak. Melalui program ini, perguruan tinggi dapat mengarahkan kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat pada solusi nyata, penguatan kelembagaan, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.

 

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *