Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

32 Pramuka Penggalang Kota Malang Wakili Jatim di Jamnas XII

124
×

32 Pramuka Penggalang Kota Malang Wakili Jatim di Jamnas XII

Sebarkan artikel ini
Walikota Malang Wahyu Hidayat didampingi Ketua Kwartir Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo melepas penggalang ke Jambore Nasional

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Sebanyak 32 Pramuka Penggalang Kota Malang resmi dilepas untuk mewakili Jawa Timur dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Pelepasan kontingen berlangsung di halaman depan Balai Kota Malang, Senin (10/8/2026). Puluhan peserta tersebut merupakan Pramuka terpilih yang telah melewati proses seleksi dari berbagai gugus depan dan satuan pendidikan di lima kecamatan di Kota Malang.

Example 300x600

Jamnas XII dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026. Ajang nasional ini menjadi ruang pertemuan besar Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan melibatkan peserta dari sejumlah negara. Tahun ini, kegiatan tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 24.785 peserta.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menegaskan bahwa proses seleksi kontingen tidak semata-mata mengukur kemampuan teknis kepramukaan.

Menurutnya, aspek kreativitas, kemandirian, keterampilan teknik kepramukaan, sikap, budi pekerti hingga karakter menjadi bagian penting dalam menentukan peserta yang dipercaya membawa nama Kota Malang dan Jawa Timur.

“Yang pertama tentunya adalah kecakapan, kemudian bagaimana kreativitas, kemandirian, kemudian juga skill teknik kepramukaan, dan juga sikap, budi pekerti, karakter. Itu yang paling penting,” ujar Ginanjar.

Sebelum keberangkatan, para peserta juga mendapatkan pembekalan untuk menghadapi berbagai aktivitas selama Jamnas.

Pembinaan diarahkan agar mereka mampu hidup mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta membangun komunikasi dan persahabatan dengan Pramuka dari berbagai daerah.

Keikutsertaan kontingen Kota Malang di Jamnas XII tidak hanya ditujukan untuk memperkaya pengalaman dan membentuk karakter peserta.

Mereka juga membawa pesan mengenai pentingnya ketahanan pangan dan peran generasi muda dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Hal tersebut sejalan dengan tema Jamnas XII 2026, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Ginanjar menilai Pramuka memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran mengenai ketahanan pangan sejak usia muda.

Nilai kemandirian, gotong royong, kreativitas, serta keterampilan yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan dinilai relevan dengan upaya membangun generasi yang mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan.

Selain membawa misi pembentukan karakter dan ketahanan pangan, kontingen Kota Malang juga mendapat tugas memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi kreatif daerah di Anjungan Jawa Timur.

Salah satu kesenian yang akan ditampilkan adalah Tari Topeng Malangan. Kontingen juga membawa sejumlah hasil kerajinan karya anak-anak serta produk UMKM Kota Malang.

“Kita mengambil tema Tari Topeng yang kita anggap mewakili Kota Malang dan sepertinya ceritanya layak untuk menjadi ikon Jawa Timur,” kata Ginanjar.

Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para Pramuka untuk memperkenalkan identitas budaya Kota Malang kepada peserta dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Kota Malang dan Jawa Timur selama mengikuti Jamnas XII.

Menurutnya, Jamnas bukan sekadar ajang perkemahan dan pertemuan Pramuka, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun kemandirian, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menjalin persahabatan dalam keberagaman.

“Jadilah duta Kota Malang yang mampu menampilkan sosok Pramuka yang berintegritas, berprestasi, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat,” ujar Wahyu.

Dengan bekal pembinaan dan seleksi yang telah dijalani, 32 Pramuka Penggalang Kota Malang diharapkan mampu tampil optimal di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar mengikuti rangkaian kegiatan, mereka diharapkan pulang membawa pengalaman, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai positif yang dapat ditularkan kembali kepada lingkungan sekolah dan masyarakat.

Keberangkatan kontingen ini pun menjadi bagian dari upaya menjadikan Pramuka sebagai ruang pembentukan generasi muda yang tidak hanya terampil dan mandiri, tetapi juga memiliki karakter kuat, kecintaan terhadap budaya daerah, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.(*)

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *