JATIMTERBARU.COM, KOTA MALANG – Komitmen nyata ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat serta memberikan perlindungan dan ruang partisipasi bagi anak.
Hal ini terbukti pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026 yang digelar oleh Dinsos P3AP2KB Kota Malang di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026).
Agenda penting ini dihadiri secara langsung oleh Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M , Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Sekda Kota Malang Dr. Erik Setyo Santoso, S.T., M.T. serta Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa-Bali, Tubagus Arie Rukmantara, S.Hum,. MPP.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa peringatan HAN menjadi momen refleksi penting agar pemerintah hadir secara nyata dan lebih perhatian terhadap pemenuhan hak-hak anak.
Wahyu menilai bahwa keberhasilan Kota Malang dalam meraih penghargaan perlindungan anak tidak lepas dari kolaborasi kuat antar-komunitas.
“Prestasi yang kita dapatkan ini bukan semata-mata karena Pemkot Malang, tetapi sinergitas itu yang utama. Kesadaran komunitas terkait perlindungan anak memiliki bobot penilaian tertinggi. Semua elemen masyarakat terlibat aktif, inovasinya ada, dan partisipasi inilah yang menjadi poin positif,” ujar Wahyu Hidayat.
Selain itu, dengan adanya dorongan dari perwakilan UNICEF agar status Kota Layak Anak (KLA) Kota Malang naik tingkat dari Nindya menuju Utama, Kota Malang dinilai sudah sangat layak menyandang predikat Utama.
Menurutnya, Pemkot Malang tidak hanya berfokus pada pencapaian semata, melainkan pada pemenuhan fasilitas dan penguatan program yang berdampak langsung.
“Target penilaian Utama itu tentu ada, tetapi yang terpenting adalah upaya-upaya nyata yang terus kita lakukan. Secara fasilitas dan program sepertinya sudah sangat layak, tinggal bagaimana kita terus menguatkan koordinasi dan implementasinya di lapangan,” tambah orang nomor satu di Kota Malang.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa-Bali, Tubagus Arie Rukmantara, S.Hum., MPP., yang menyampaiakan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen Pemkot Malang beserta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak.
Tubagus menyebut bahwa Kota Malang sebetulnya sudah sangat layak untuk naik tingkat dari kategori Nindya menuju Utama.
Pihaknya juga berharap Kota Malang dapat terus meningkatkan kualitas pemenuhan hak serta perlindungan anak agar menjadi contoh Kota Layak Anak (KLA) yang semakin baik dan berkelanjutan di Jawa Timur maupun skala nasional. (*)


















