Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

BI Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren di Jawa Timur

60
×

BI Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren di Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SUMENEP – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat peran pondok pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui pembinaan usaha produktif yang berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola usaha, digitalisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga perluasan akses pasar.

Hingga 2026, Bank Indonesia di wilayah Jawa Timur telah membina 80 pondok pesantren dengan total 112 unit usaha dari berbagai sektor. Program ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang berorientasi pada kemandirian serta keberlanjutan.

Example 300x600

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan, pesantren didukung oleh lahan produktif, sumber daya manusia, jaringan alumni yang luas, serta pasar internal yang kuat.

“Apabila potensi tersebut dikelola secara produktif, pesantren tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan produksi dan stabilitas pasokan pangan di daerah,” ujar Rifki saat ditemui dalam kegiatan Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren Jawa Timur 2026 di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jumat (7/8/2026).

Menurut Rifki, pembinaan yang dilakukan BI tidak berhenti pada pemberian bantuan sarana produksi. Pendampingan terus dilakukan melalui pemantauan berkala terhadap perkembangan usaha, pemanfaatan fasilitas yang telah diberikan, hingga penguatan strategi pemasaran. Monitoring dilakukan melalui komunikasi langsung serta pelaporan pada Sistem Informasi Pelaku Usaha Syariah Bank Indonesia (SIPUSBI), sehingga berbagai kendala dapat segera ditangani.

Salah satu contoh keberhasilan pembinaan tersebut terlihat di Pondok Pesantren Annuqayah. BI mendukung pengembangan sektor pertanian dan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerek SUCI melalui bantuan mesin combine harvester serta mesin pengisi galon otomatis guna meningkatkan efisiensi produksi.

Pemanfaatan teknologi panen modern itu mampu menekan biaya panen sekitar lima persen sekaligus memberikan manfaat bagi kelompok tani di sekitar pesantren. Sementara itu, usaha AMDK SUCI kini memiliki kapasitas produksi yang terus berkembang dengan jaringan pemasaran yang telah menjangkau berbagai wilayah di Madura.

Meski demikian, BI menilai pengembangan usaha pesantren masih perlu diarahkan pada peningkatan tata kelola, standardisasi mutu produk, penguatan kompetensi sumber daya manusia, efisiensi produksi, serta perluasan jaringan distribusi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada pasar internal pesantren.

Melalui Program Air Berkah, BI juga mendorong penguatan usaha AMDK berbasis potensi masing-masing pesantren, mencakup aspek manajemen usaha, peningkatan kualitas SDM, strategi pemasaran, hingga optimalisasi kapasitas produksi.

Pendampingan terhadap Pondok Pesantren Annuqayah sendiri telah berlangsung sejak 2014. Selama lebih dari satu dekade, pesantren tersebut berhasil mengembangkan beragam unit usaha, mulai dari pertanian, perikanan, AMDK, koperasi syariah, ritel, bakery, percetakan, klinik, tambak garam, hingga perkebunan. Seluruh unit usaha tersebut kini menyumbang lebih dari 30 persen terhadap pembiayaan operasional pesantren.

Selain penguatan sektor usaha, BI juga mendorong percepatan digitalisasi melalui penerapan transaksi nontunai, pencatatan keuangan digital, pengelolaan persediaan berbasis teknologi, hingga integrasi data antarunit usaha guna meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan bisnis.

Ke depan, BI berharap Pondok Pesantren Annuqayah dapat menjadi model pengembangan ekosistem ekonomi pesantren di Jawa Timur sekaligus pusat pembelajaran bagi pesantren lain. Melalui pendekatan yang terintegrasi tersebut, diharapkan lahir ekosistem bisnis pesantren yang profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat Madura maupun Jawa Timur.(*)

 

Sumber Diskominfo Pemrov Jatim

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *