JATIMTERBARU.COM, PASURUAN – Langkah konkret diambil jajaran Polda Jawa Timur dalam merawat kondusivitas sepak bola nasional. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Soekarno bersama Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol. Bondan Witjaksono memenuhi komitmennya untuk mempertemukan perwakilan Aremania dan Bonek dalam forum silaturahmi yang digelar di Pandaan, Pasuruan.
Fasilitasi yang dimotori Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono tersebut menghadirkan 25 perwakilan Bonek dan 30 perwakilan Aremania.
Pertemuan ini sekaligus merespons dinamisnya situasi kamtibmas pascakericuhan perayaan HUT Aremania di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Dari dialog mendalam tersebut, kedua belah pihak menyepakati prinsip penegakan hukum secara objektif: tindakan tegas akan ditujukan secara personal kepada oknum pelaku pelanggaran, bukan menggeneralisasi kelompok suporter.
Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Soekarno menegaskan bahwa rivalitas olahraga tidak boleh merusak tatanan sosial masyarakat.
“Bonek dan Aremania adalah saudara sesama warga Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memutus rantai permusuhan agar kita tidak mewariskan dendam kepada generasi berikutnya,” ujar Danang.
Menurut Danang, menjaga perdamaian membutuhkan aksi nyata melalui komunikasi langsung antara tokoh suporter dan elemen akar rumput, bukan sekadar imbauan verbal. Langkah ini krusial untuk membendung narasi provokatif yang berpotensi memicu gesekan fisik.
Senada dengan hal tersebut, Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol. Bondan Witjaksono menekankan pentingnya mengobarkan semangat “Jogo Jawa Timur”, terutama di tengah masifnya arus informasi di media sosial.
“Tokoh dan komunitas suporter harus aktif membimbing anggotanya agar tidak mudah terpancing provokasi digital. Soliditas masyarakat sangat dibutuhkan mengingat Jawa Timur akan menghadapi berbagai agenda besar ke depan,” kata Bondan.
Dukungan penuh mengalir dari para tokoh suporter yang hadir. Representasi Aremania, Dedi Arisandi dan Tedi Kresna dari Presidium Arema Bidang SDM, menyambut baik langkah penegakan hukum terukur guna memberikan efek jera sekaligus menjaga komitmen perdamaian.
Sementara itu, tokoh Bonek Pandaan, Reza, menyampaikan keprihatinannya atas insiden Sukorejo dan mendorong penguatan ruang dialog secara berkesinambungan di tingkat akar rumput.
Inisiatif preventif yang digalang jajaran Polda Jatim ini menegaskan kembali hakikat sepak bola sebagai sarana pemersatu, olahraga, dan hiburan bermartabat.
Lewat sinergi kepolisian dan kesadaran kolektif para suporter, slogan “Jogo Malang, Jogo Jawa Timur” diharapkan mewujud dalam tatanan rivalitas yang sehat, dewasa, dan saling menghormati.(*)
Sumber Humas Polresta Malang Kota
















