Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Panitia Malang Menyala Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Mural Malang The Glory Land

92
×

Panitia Malang Menyala Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Mural Malang The Glory Land

Sebarkan artikel ini
Mural Malang The Glory Land bakal dikembalikan sesuai aslinya

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Panitia Malang Menyala menyampaikan permohonan maaf terkait mural bertajuk “Malang The Glory Land” yang menampilkan legenda Arema.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh panitia melalui sosial media. Dadik Wahyu, sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus penghormatan terhadap berbagai pihak yang merasa kurang berkenan dengan keberadaan mural tersebut.

Example 300x600

“Aku Dedik jaluk sepuro kanggo bolo-bolo kabeh, aku gak eroh rek, aku gak ngerti, aku tak sinau maneh, aku tolong butuh waktu tak komunikasi Karo mural-mural sing gambar wingi.” ucapanya.

Dadik menyampaikan bahwa pihaknya memahami adanya perhatian dan respons dari masyarakat terhadap mural yang berada dalam rangkaian kegiatan Malang Menyala.

Panitia menghargai setiap masukan yang disampaikan dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan ke depan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila mural tersebut menimbulkan ketidaknyamanan atau menyinggung pihak-pihak tertentu. Kami menghargai seluruh masukan dari masyarakat dan akan melakukan evaluasi,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Malang Menyala pada prinsipnya merupakan bagian dari upaya menghidupkan ruang kreatif sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan terhadap Kota Malang. Karena itu, panitia berharap perbedaan pandangan yang muncul dapat diselesaikan secara bijaksana dan tetap mengedepankan semangat kebersamaan.

Panitia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkomunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas Arema, pelaku seni, serta pihak terkait lainnya, agar setiap karya dan kegiatan yang dihadirkan dapat diterima dengan baik.

Permohonan maaf tersebut sekaligus menjadi momentum bagi panitia untuk melakukan pembenahan dan memastikan penyelenggaraan Malang Menyala ke depan dapat berjalan lebih baik, inklusif, serta tetap menghormati nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Malang.

“Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kami semua. Kami ingin Malang Menyala tetap menjadi ruang yang positif, kreatif, dan mampu menyatukan masyarakat Malang,” pungkasnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *