JATIMTERBARU.COM, KABUPATEN MALANG – Suasana khidmat dan hangat menyelimuti Masjid Budi Irianti di kompleks Polsek Lawang, Kabupaten Malang, saat ratusan warga berkumpul memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (30/8/2026).
Perhelatan yang dihadiri warga serta tokoh masyarakat ini tak sekadar menjadi ruang penguat keharmonisan antarwarga, tetapi juga resmi dipastikan bakal menjadi agenda rutin tahunan.
Sinergi Warga dan Ruang Harmoni di Kompleks Kepolisian
Kehadiran jemaah yang memadati area institusi kepolisian tersebut menciptakan nuansa kebersamaan yang unik. Peringatan hari lahir Rasulullah SAW ini dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mencairkan sekat sosial, meneladani akhlak mulia Nabi, serta mempererat komunikasi di tingkat lokal.
Kapolsek Lawang, Kompol H. Moh. Lutfi, S.H., dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi dan antusiasme warga yang meramaikan kegiatan di area Polsek. Ia menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung ruang keagamaan bagi masyarakat.
“Kami dari jajaran Polsek Lawang sangat menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Masjid di kompleks Polsek adalah fasilitas milik bersama,” ujar Kapolsek Lawang.
“Sinergi antara kepolisian dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan seperti inilah yang menjadi kunci utama merawat kondusivitas serta kamtibmas di wilayah Lawang,” imbuhnya.
Komitmen Tradisi Tahunan demi Ukhuwah Islamiyah
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, tokoh setempat, H. Siswanto, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan ini tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial sekali jalan. Pria yang akrab disapa Pak Sis ini memastikan perayaan Maulid Nabi di Masjid Budi Irianti akan terus difasilitasi setiap tahunnya.
“Harapan saya dari Maulid Nabi ini, semua yang hadir bisa menjalin hubungan silaturahmi yang lebih erat, ukhuwah Islamiyah yang lebih dekat, sehingga kita bisa bersatu dan kompak,” pungkas Pak Sis.
Rangkaian peringatan ini makin semarak dengan lantunan selawat dari tim hadrah Al Banjari Al Muhibbin, serta penyampaian tausiah keagamaan oleh penceramah Gus Ainur Rofiq.
Dengan dikukuhkannya perayaan ini sebagai agenda tahunan, masyarakat Lawang kini memiliki wadah konsisten untuk merawat nilai persatuan sekaligus merefleksikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
















