Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Api Mengamuk di Pos 3 Gunung Butak, 185 Pendaki Dievakuasi

124
×

Api Mengamuk di Pos 3 Gunung Butak, 185 Pendaki Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Kobaran api mengamuk di kawasan hutan Gunung Butak, Selasa (1/9/2026) siang. Kebakaran yang terjadi di Petak 100, Pos 3 Gunung Butak tersebut memicu kepanikan dan memaksa tim gabungan mengevakuasi sedikitnya 185 pendaki demi keselamatan.

Informasi kebakaran diterima Pusdalops BPBD Kota Batu dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak sekitar pukul 12.46 WIB. Respons cepat langsung dilakukan dengan mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Perhutani, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat.

Example 300x600

Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko, membenarkan peristiwa tersebut. Titik api diketahui berada di kawasan Petak 100, Pos 3 Gunung Butak yang secara geografis berada di wilayah Pujon, Kabupaten Malang.

“Benar, berdasarkan informasi yang kami terima dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak, telah terjadi kebakaran hutan di Petak 100 Pos 3 Gunung Butak,” ujar Suwoko.

185 pendaki menjadi perhatian utama petugas. Tim gabungan melakukan evakuasi untuk menjauhkan para pendaki dari area yang berpotensi terdampak penjalaran api.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Lokasi kebakaran berada di kawasan pegunungan dengan kontur terjal dan akses terbatas.

Vegetasi berupa semak serta ilalang yang mengering juga membuat api berpotensi lebih cepat menjalar, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan angin yang berubah-ubah.

“Kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan dan pemadaman awal. Namun akses ke lokasi cukup menantang sehingga perlu dukungan logistik dan personel tambahan,” jelasnya.

Tim gabungan bergerak melalui Pos Pendakian Panderman untuk menjangkau kawasan terdampak. Selain pemadaman, petugas terus melakukan asesmen terhadap arah penjalaran api dan kondisi medan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Ancaman meluasnya kebakaran juga menjadi perhatian serius. Suwoko menyebut arah angin saat ini menuju utara. Namun apabila pergerakan api berubah ke timur laut, kobaran berpotensi mendekati wilayah Kota Batu, khususnya Desa Oro-Oro Ombo.

“Arah angin menuju utara. Apabila perkembangan mengarah timur laut, terdapat potensi masuk wilayah Kota Batu, tepatnya Desa Oro-Oro Ombo,” paparnya.

Hingga Selasa siang, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan, sementara prioritas utama diarahkan pada pemadaman, pendinginan, dan pencegahan agar api tidak menjalar lebih luas.

BPBD mengingatkan bahwa kondisi hutan yang kering selama musim kemarau dapat mempercepat penjalaran api. Karena itu, seluruh aktivitas masyarakat di sekitar kawasan terdampak diminta dihentikan sementara.

“Saat musim kemarau, satu percikan kecil saja bisa menyebabkan kebakaran besar. Kami mohon kerja sama semua pihak untuk menjaga hutan kita,” tegas Suwoko.

Sebagai langkah antisipasi, jalur pendakian Gunung Butak, Gunung Panderman, dan Bokong ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

BPBD Kota Batu bersama unsur gabungan akan terus memantau perkembangan api dan kondisi kawasan. Luas area yang terbakar serta potensi kerugian masih menunggu hasil asesmen petugas di lapangan.

Keselamatan pendaki dan masyarakat menjadi prioritas. Warga maupun pendaki diminta tidak mendekati kawasan kebakaran sampai situasi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif.(*)

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *