Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Ekonomi Bisnis

Bank Jatim Perkuat Transformasi dan Kualitas Kredit

77
×

Bank Jatim Perkuat Transformasi dan Kualitas Kredit

Sebarkan artikel ini
Bank Jatim terus perkuat transformasi

JATIMTERBARU.COM, SURABAYA  – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat fundamental bisnis dan transformasi perusahaan di tengah dinamika perekonomian global maupun nasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pertumbuhan bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Example 300x600

Komitmen itu disampaikan dalam Public Expose Bank Jatim Tahun 2026 yang digelar secara daring, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari keterbukaan informasi sekaligus bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada publik, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, transformasi perusahaan terus diarahkan untuk menjawab perkembangan lingkungan bisnis sekaligus kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Menurutnya, penguatan dilakukan melalui sejumlah aspek strategis, mulai dari tata kelola perusahaan dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, pengembangan sumber daya manusia, akselerasi teknologi dan digitalisasi, hingga penguatan sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB).

“Transformasi Bank Jatim memang terus diarahkan untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, sehat, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Winardi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2026).

Winardi menambahkan, kondisi perekonomian pada 2026 masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Ketegangan geopolitik, perang dagang, risiko pangan dan energi, serta dinamika nilai tukar dan harga komoditas menjadi sejumlah faktor eksternal yang perlu diantisipasi.

Di tingkat domestik, tantangan juga muncul dari pengetatan likuiditas, daya beli masyarakat yang masih tertahan, maraknya pinjaman online ilegal dan judi online, hingga meningkatnya kualitas aset bermasalah, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan yang cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Juni 2026 tercatat 5,29 persen secara tahunan (yoy). Sementara ekonomi Jawa Timur tumbuh kumulatif 5,84 persen, dengan kontribusi sebesar 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap perekonomian Indonesia.

Di tengah dinamika tersebut, Bank Jatim memilih menerapkan strategi pertumbuhan yang terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Fokus perusahaan mencakup pengelolaan likuiditas, pertumbuhan kredit secara selektif, efisiensi operasional, peningkatan transaksi digital, serta pengendalian kualitas aset sesuai risk appetite perusahaan.

Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto menuturkan, hingga Triwulan II 2026, kinerja konsolidasi Bank Jatim masih menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Total aset konsolidasi Bank Jatim tercatat mencapai Rp162 triliun, atau meningkat 37,16 persen yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan aset produktif, dengan penyaluran kredit mencapai Rp111 triliun, tumbuh 41,68 persen yoy.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp120 triliun, meningkat 31,47 persen yoy. Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong pendapatan bunga bersih menjadi sekitar Rp4,6 triliun, atau meningkat 39,5 persen yoy.

Kinerja positif juga tercermin dari profitabilitas. Laba bersih konsolidasi Bank Jatim pada periode tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun, tumbuh 53,4 persen yoy.

Pertumbuhan kredit juga diarahkan pada sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek positif. Salah satunya kredit berbasis payroll yang masih menunjukkan peluang pertumbuhan.

“Khususnya kredit berbasis payroll, masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan layanan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat pangsa pasar,” papar Wahyukusumo.

Pada segmen produktif, portofolio kredit Bank Jatim mencakup segmen mikro, ritel dan menengah, hingga korporasi. Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu kontributor penting pada segmen mikro, sedangkan Jatim Ritel menjadi kontributor utama pada segmen ritel dan menengah.

Sejalan dengan ekspansi kredit, Bank Jatim juga menempatkan kualitas aset sebagai salah satu prioritas utama. Strategi pengelolaan kredit dilakukan melalui pendekatan preventif dan kuratif untuk mengantisipasi sekaligus menangani potensi risiko sejak dini.

Langkah tersebut meliputi evaluasi kualitas kredit secara berkala, penguatan fungsi account officer dan risk, restrukturisasi kredit, pengelolaan kredit bermasalah, perbaikan proses bisnis, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Seluruh upaya tersebut diperkuat melalui mekanisme monitoring dan controlling secara berkala. Dengan pendekatan tersebut, Bank Jatim berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, dan penerapan manajemen risiko.

Strategi itu sekaligus menegaskan arah transformasi Bank Jatim untuk tidak sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan resilien.

Penguatan digitalisasi, efisiensi, kualitas kredit, serta tata kelola diharapkan menjadi pijakan bagi perusahaan dalam menjaga kinerja sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian Jawa Timur dan nasional.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *