Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Kebutuhan Darah Sidoarjo Tembus 58 Ribu Kantong

126
×

Kebutuhan Darah Sidoarjo Tembus 58 Ribu Kantong

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidoarjo H. Subandi berikan Apresiasi kepada pendonor darah

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Ketersediaan darah menjadi kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo. Tingginya kebutuhan transfusi membuat peran pendonor sukarela sangat strategis untuk menjaga stok darah.

Data PMI Sidoarjo mencatat kebutuhan darah mencapai sekitar 58 ribu kantong sepanjang 2024. Angka tersebut tetap tinggi pada 2025, yakni sekitar 57.750 kantong.

Example 300x600

Ketua PMI Sidoarjo Andjar Surjadianto menyebut kebutuhan ideal sebenarnya sekitar 44.300 kantong per tahun. Perhitungan itu mengacu pada dua persen dari total populasi Sidoarjo yang mencapai 2,2 juta jiwa.

Namun kebutuhan aktual di lapangan jauh lebih besar. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat melalui donor darah sukarela menjadi penopang utama pemenuhan darah.

“Realisasinya kebutuhan darah mencapai sekitar 58 ribu kantong pada 2024 dan sekitar 57.750 kantong pada 2025. Partisipasi aktif masyarakat melalui donor darah sukarela menjadi faktor penting,” kata Andjar.

 

Ribuan Pendonor Diguyur Apresiasi

Dedikasi para pendonor mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Penghargaan tersebut berlangsung dalam rangkaian HUT ke-81 PMI di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu 19 September 2026.

Sebanyak 5.268 pendonor menerima apresiasi dalam kegiatan tersebut. Penghargaan diberikan kepada warga yang telah mendonorkan darah mulai 10 hingga 125 kali.

Dari ribuan penerima, 15 pendonor tercatat mencapai 125 kali donor. Sebagai bentuk apresiasi tambahan, mereka memperoleh sepeda olahraga. Penghargaan itu menjadi simbol penghormatan atas konsistensi mereka.

 

Kisah Pendonor 128 Kali Donor Darah

Salah satu pendonor yang mendapat apresiasi adalah Joko Murdopo, 64. Dedikasinya terhadap kegiatan kemanusiaan bahkan mencapai 128 kali donor darah.

Meski memasuki usia lanjut, Joko tetap menjaga rutinitas donor darah. Ia menyesuaikan interval donor dengan kondisi dan usianya saat ini.

“Alhamdulillah saya rutin tiap empat bulan sekali karena usia sudah 60 tahun ke atas. Kalau dulu saat masih muda, tiga bulan sekali,” tuturnya.

 

Bupati Sidoarjo Apresiasi Kepedulian Pendonor

Bupati Sidoarjo Subandi menilai konsistensi para pendonor merupakan bentuk nyata kepedulian sosial. Menurutnya, manfaat donor darah terasa langsung oleh masyarakat.

Setetes darah yang tersumbangkan dapat menyelamatkan pasien yang membutuhkan transfusi. Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan.

“Terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor yang telah memberikan sumbangsih kemanusiaan. Donor panjenengan sangat berarti untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan,” ujar Subandi.

Pemkab Sidoarjo berharap tradisi donor darah sukarela terus tumbuh. Dengan semakin banyak warga berpartisipasi, ketersediaan darah yang aman dan berkualitas akan terjaga.

Subandi menegaskan penghargaan bukan soal nilai materi. Lebih dari itu, apresiasi menjadi penghormatan atas kepedulian terhadap sesama.

“Penghargaan ini jangan dipandang dari nilainya. Yang terpenting adalah bagaimana kita masih terpanggil untuk membantu keluarga dan masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *