Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pemerintahan

Rumah Pompa Jati Sidoarjo Dikebut Jelang Musim Hujan

130
×

Rumah Pompa Jati Sidoarjo Dikebut Jelang Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Wabup Sidoarjo, Mimik tinjau rumah pompa Jati

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat perbaikan rumah pompa di Jalan Raya Jati, Kecamatan Sidoarjo, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut. Namun, percepatan pekerjaan diminta tetap berjalan beriringan dengan kualitas konstruksi dan perhitungan teknis yang matang.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Senin (21/9/2026).

Example 300x600

Rumah pompa yang berada di seberang Lippo Plaza Sidoarjo tersebut diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur pengendali banjir, terutama untuk kawasan Jati dan sekitarnya yang selama ini masih menghadapi persoalan genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Dalam peninjauan itu, Mimik tidak hanya melihat perkembangan fisik pekerjaan. Ia juga mencermati kualitas material yang digunakan serta memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan target waktu yang telah ditetapkan.

Mimik berharap pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan. Dengan demikian, rumah pompa tersebut bisa segera dioperasikan sebelum memasuki periode puncak musim hujan.

“Ini saya cek secara langsung. Karena daerah Lippo beberapa tahun ini mengalami banjir. Rumah pompa ini diharapkan bisa menjadi solusi,” ujar Mimik.

 

Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian

Di tengah target percepatan, Mimik mengingatkan agar kualitas pekerjaan tidak dikorbankan demi mengejar waktu. Ia menilai rumah pompa memiliki fungsi vital karena konstruksinya akan berhadapan langsung dengan air dan harus mampu bekerja dalam kondisi beban yang tinggi.

Perhatian khusus diberikan terhadap material yang digunakan pada bagian fondasi maupun penampungan air. Mimik meminta seluruh material dipastikan memenuhi spesifikasi teknis agar bangunan memiliki kekuatan dan ketahanan yang memadai.

“Penampungan air ini harus benar-benar kuat. Kualitasnya harus bagus dan sesuai standar. Jangan sampai material yang digunakan tidak sesuai karena ini berkaitan dengan kekuatan bangunan,” tegasnya.

Ia bahkan meminta material yang dinilai tidak memenuhi standar, terutama pasir yang digunakan untuk fondasi, segera diganti. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan konstruksi seperti rembesan maupun kebocoran di kemudian hari.

Kondisi tanah di lokasi yang memiliki kandungan air cukup tinggi juga menjadi perhatian. Karena itu, Mimik meminta jajaran teknis tidak mengabaikan faktor kondisi tanah dalam setiap tahapan pengerjaan.

Menurutnya, rumah pompa tidak cukup hanya dibangun secara cepat. Infrastruktur tersebut harus dipastikan mampu menjalankan fungsi utamanya ketika dibutuhkan, terutama saat curah hujan tinggi dan volume air meningkat.

 

Jangan Sampai Penanganan Banjir Memunculkan Masalah Baru

Selain konstruksi, Mimik menyoroti persoalan yang tak kalah penting, yakni sistem pembuangan air dari rumah pompa. Ia meminta Dinas PU BMSDA menghitung secara cermat ke mana aliran air akan diarahkan setelah dipompa.

Hal tersebut menjadi perhatian karena wilayah Sidokare juga memiliki titik-titik yang rawan mengalami banjir. Jangan sampai sistem baru di Jati justru meningkatkan beban aliran air di kawasan lain.

“Ini juga harus segera dipikirkan. Kalau sungai itu nanti menjadi tempat pembuangan, harus segera dinormalisasi. Jangan sampai air dari sini justru menambah persoalan di daerah Sidokare yang juga selama ini mengalami banjir,” ujarnya.

Mimik meminta jajaran teknis kembali melakukan perhitungan menyeluruh, mulai dari kapasitas tampungan, kedalaman bangunan hingga kemampuan saluran menerima debit air.

Perhitungan tersebut dinilai penting agar rumah pompa tidak hanya berfungsi sebagai solusi di satu titik, tetapi juga terintegrasi dengan sistem drainase dan aliran sungai di kawasan sekitarnya.

“Waktunya tinggal dua sampai tiga bulan menuju musim hujan. Jangan sampai ada keterlambatan. Semua harus dipikirkan dengan matang, termasuk kapasitas dan arah pembuangan airnya,” katanya.

 

Ditarget Rampung Sebelum Puncak Musim Hujan

Perbaikan rumah pompa Jalan Raya Jati diharapkan dapat memperkuat sistem mitigasi banjir di kawasan Jati, termasuk wilayah di sekitar Lippo Plaza Sidoarjo.

Optimalisasi kapasitas tampungan, pompa, dan saluran pembuangan diharapkan mampu mempercepat pengendalian volume air ketika hujan deras terjadi, sehingga potensi genangan dapat ditekan.

Namun, Mimik menegaskan bahwa keberhasilan proyek tersebut tidak semata-mata diukur dari selesainya bangunan secara fisik. Kualitas konstruksi, kapasitas sistem, serta keamanan jalur pembuangan menjadi bagian penting yang harus dipastikan sejak awal.

Ia pun meminta jajaran teknis dan pelaksana pekerjaan menjaga kualitas sekaligus mengejar target penyelesaian. Pengawasan terhadap progres pembangunan juga akan terus dilakukan hingga rumah pompa siap difungsikan.

“Kita ingin rumah pompa ini nantinya menjadi solusi. Bukan justru menimbulkan persoalan baru ketika musim hujan datang,” pungkasnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *