Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Walikota Nurochman Serap Aspirasi Anak Batu

103
×

Walikota Nurochman Serap Aspirasi Anak Batu

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, BATU — Suara anak-anak mulai mendapat ruang lebih luas dalam pembahasan pembangunan di Kota Batu. Sejumlah perwakilan anak menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada Wali Kota Batu Nurochman dalam kegiatan Apresiasi Forum Anak dan Desa/Kelurahan Ramah Anak Kota Batu 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Sabtu (26/9/2026), tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan Forum Anak. Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari penyediaan kegiatan dan fasilitas ramah anak, ruang untuk menyampaikan keluh kesah, pencegahan perundungan atau bullying, hingga usulan menghidupkan kembali Jambore Anak.

Example 300x600

Nurochman menegaskan, keberadaan Forum Anak bukan sekadar sebagai wadah kegiatan, tetapi juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk mendengar secara langsung pandangan generasi muda.

“Forum Anak ini jangan hanya dilihat sebagai sebuah organisasi. Ini adalah ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka butuhkan, dan apa yang mereka rasakan,” ujar Nurochman.

Menurutnya, pemerintah perlu membuka komunikasi seluas-luasnya agar anak tidak merasa takut ketika menyampaikan persoalan yang mereka alami. Aspirasi anak, kata dia, justru dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

“Jangan pernah tersinggung dengan apa yang disampaikan anak-anak. Mereka sedang speak up mengenai apa yang mereka rasakan. Tugas kita adalah mendengar, memahami, kemudian mencari jalan keluarnya,” tegasnya.

Nurochman juga meminta agar Forum Anak diberi ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang positif. Dukungan pemerintah desa dan kelurahan dinilai penting karena sebagian aktivitas dan kebutuhan anak dapat difasilitasi melalui program di tingkat wilayah.

“Kalau ada kegiatan anak yang positif, tentu harus kita dukung. Desa juga memiliki ruang untuk memberikan dukungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk melalui Dana Desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan lingkungan ramah anak tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas fisik. Menurutnya, aspek keamanan dan kenyamanan psikologis anak juga harus menjadi perhatian bersama.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah bullying di lingkungan pendidikan. Nurochman mendorong sekolah bersama perangkat daerah terkait untuk memperkuat edukasi serta membuka mekanisme pendampingan bagi anak yang menghadapi persoalan tersebut.

“Bullying tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Anak harus mendapatkan pemahaman bahwa tindakan seperti itu bisa berdampak terhadap temannya,” katanya.

Ia melanjutkan, upaya pencegahan juga perlu melibatkan pihak yang memiliki kompetensi dalam pendampingan anak. Sekolah, orang tua, pemerintah, dan tenaga profesional harus dapat bekerja dalam satu sistem perlindungan.

“Kalau ada anak yang mengalami masalah, jangan dibiarkan menghadapi sendiri. Kita harus punya ruang untuk mendengar mereka dan kalau diperlukan kita libatkan tenaga profesional agar pendampingannya tepat,” tutur Nurochman.

Terkait usulan menggelar kembali Jambore Anak, Nurochman menyambut aspirasi tersebut sebagai bagian dari kegiatan yang dapat mempertemukan anak-anak sekaligus mendorong interaksi positif antarkomunitas.

“Kalau anak-anak menginginkan Jambore Anak kembali dilaksanakan, tentu ini menjadi aspirasi yang harus kita lihat dan kita kaji bersama. Prinsipnya, pemerintah membuka ruang untuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi anak-anak,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman menilai penghargaan terhadap desa, kelurahan, dan Forum Anak merupakan bentuk apresiasi atas komitmen membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak.

Menurutnya, keberhasilan menciptakan wilayah ramah anak membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, bukan hanya pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat, serta forum anak memiliki peran yang saling melengkapi.

“Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi desa, kelurahan, dan Forum Anak untuk terus berbuat dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Siti Faujiyah.

Dalam kegiatan tersebut, Desa Junrejo berhasil meraih Juara I Desa/Kelurahan Ramah Anak Kota Batu. Sementara itu, Forum Anak Desa Punten memperoleh Juara I kategori Administrasi Forum Anak Desa/Kelurahan.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong desa dan kelurahan di Kota Batu agar semakin aktif menciptakan lingkungan yang memberikan perlindungan, ruang partisipasi, serta kesempatan berkembang bagi anak.

Melalui dialog langsung dengan Forum Anak, Pemkot Batu juga menunjukkan pentingnya menempatkan anak sebagai bagian dari proses pembangunan. Aspirasi yang muncul diharapkan tidak berhenti sebagai masukan dalam forum, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang sesuai kebutuhan anak-anak Kota Batu.

 

 

Sumber Prokopim Pemkot Batu

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *