Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Subandi : Fatayat Punya Peran Strategis di Masyarakat

112
×

Subandi : Fatayat Punya Peran Strategis di Masyarakat

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO — Peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan menjadi salah satu pesan utama dalam Pengajian Ahad Pahing di Pendopo Delta Wibawa, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Ta’lim Fatimah Zahra bersama PC Fatayat NU Sidoarjo tersebut dihadiri ribuan warga. Mengangkat tema “Menguatkan Keluarga, Menebar Manfaat, Membangun Peradaban”, pengajian menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai kehidupan keluarga dan sosial.

Example 300x600

Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Hj Sriatun Subandi. Ia menyampaikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan tersebut.

Menurut Subandi, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat memperdalam pengetahuan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi wadah memperkuat hubungan sosial dan membangun keluarga yang lebih baik.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan kesempatan kepada berbagai organisasi masyarakat untuk memanfaatkan Pendopo Delta Wibawa sebagai ruang kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga.

“Saya selalu menyampaikan bahwa Pendopo Delta Wibawa ini adalah milik kita bersama. Milik masyarakat Sidoarjo. Setiap bulan pasti kita berikan kesempatan untuk kegiatan-kegiatan pengajian di Pendopo Kabupaten Sidoarjo ini,” jelas Subandi.

Dalam tausiyahnya, Ning Dr Uswatun Hasanah MPd mengingatkan bahwa perempuan memiliki ruang kontribusi yang luas. Peran tersebut dapat dijalankan sesuai kondisi dan kapasitas masing-masing, baik ketika berada di lingkungan keluarga maupun saat berinteraksi di tengah masyarakat.

“Perempuan berdaya itu adalah perempuan yang bisa bermanfaat, baik di dalam maupun di luar rumah,” tuturnya.

Ning Nafis, sapaan akrabnya, juga menyoroti pentingnya hubungan yang harmonis antara pasangan dalam membangun keluarga. Menurutnya, suami dan istri perlu saling menghargai agar kehidupan rumah tangga dapat berlangsung dalam suasana yang tenteram dan nyaman.

“Menjadi seorang istri yang berdaya dan suami yang berdaya itu kudu bisa menuju ke pernikahan yang sakinah. Sakinah itu anteng, adhem, ayem ketika memandang pasangan,” ungkapnya.

Ia juga mendorong kaum perempuan untuk terus meningkatkan pengetahuan melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Majelis taklim, menurutnya, dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat bekal dalam menjalankan peran sehari-hari.

“Makanya belajar, makanya sinau, makanya nderek kegiatan-kegiatan yang dihimpun. Itu pentingnya belajar,” katanya.

Di sisi lain, Subandi menilai Fatayat NU mempunyai potensi besar untuk menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program kemasyarakatan. Peran organisasi tersebut dapat diperkuat melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Fatayat, baik PC, PAC, maupun ranting memberikan support terutama untuk pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Visi sahabat Fatayat juga sama: memberikan sumbangsih bersama di tengah-tengah masyarakat,” ujar Subandi.

Ia berharap hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan dapat terus diperluas hingga perangkat daerah, kecamatan, dan pemerintahan desa. Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, pelayanan publik diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan warga.

“Harapannya, kerja sama ini terus berjalan dan semakin kuat. Kita tingkatkan mulai dari OPD, kecamatan, maupun desa,” kata Subandi.

Menurutnya, kesamaan tujuan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi modal penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Saya yakin visi dan misi sahabat Fatayat sama dengan program pemerintah, yaitu memberikan dukungan terhadap pelayanan publik yang lebih baik dan berdampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.

Selain mengikuti rangkaian pengajian, Subandi juga menyempatkan diri berbagi sebagian rezekinya kepada anak-anak yang hadir. Momen tersebut menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan yang diikuti ribuan warga tersebut.

Pengajian Ahad Pahing pun ditutup dengan semangat memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mendorong perempuan terus bertumbuh, memperkuat keluarga, serta mengambil bagian dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *