Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Hari Jadi Jatim, Bakorwil Malang Dorong Generasi Berkarakter

117
×

Hari Jadi Jatim, Bakorwil Malang Dorong Generasi Berkarakter

Sebarkan artikel ini
Semarak Hari Jadi Jatim di kantor Bakorwil III Malang (foto istimewa)

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Bakorwil III Malang berlangsung semarak. Lebih dari 1.500 peserta mengikuti Lomba Peraturan Baris-Berbaris (LPBB) dan Festival Anak yang digelar di halaman Kantor Bakorwil III Malang, Minggu (4/10/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan hari jadi provinsi. LPBB dan Festival Anak sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan disiplin, kreativitas, keberanian, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama.

Example 300x600

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menilai momentum Hari Jadi Jawa Timur perlu diisi dengan aktivitas yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Peringatan Hari Jadi Jawa Timur harus menjadi momentum untuk membangun optimisme dan semangat generasi muda. Anak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, berkompetisi, berkreativitas, sekaligus membangun karakter,” ujar Asep.

Besarnya antusiasme peserta terlihat dalam kompetisi LPBB. Sebanyak 68 pleton ambil bagian dengan kategori peserta meliputi SD, SMP, SMA, Purna internal, dan Purna eksternal.

Dari jumlah tersebut, kategori SD diikuti 9 pleton, SMP 22 pleton, SMA 26 pleton, Purna internal 8 pleton, dan Purna eksternal 3 pleton. Dengan rata-rata sekitar 20 anggota setiap pleton, jumlah peserta LPBB mencapai sekitar 1.360 orang.

Di arena perlombaan, peserta tidak hanya dituntut mampu melakukan gerakan secara serempak. Ketepatan mengikuti komando, konsistensi formasi, kedisiplinan, konsentrasi, hingga kekompakan tim menjadi bagian penting yang diuji dalam kompetisi tersebut.

Nilai-nilai itu dinilai relevan dengan proses pembentukan karakter generasi muda. Sebab, kedisiplinan dan kemampuan bekerja dalam sebuah tim merupakan bekal yang tidak hanya dibutuhkan dalam kompetisi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan pendidikan.

Semarak kegiatan semakin terasa melalui Festival Anak yang diikuti sekitar 150 peserta. Empat kategori disiapkan, yakni menyanyi solo, penyiar radio, mewarnai, dan fashion.

Beragam kategori tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri. Keberanian tampil di hadapan publik dan kesempatan mengembangkan kreativitas menjadi pengalaman penting dalam proses tumbuh kembang mereka.

Asep mengatakan, pembangunan generasi unggul tidak cukup hanya bertumpu pada kemampuan akademik. Anak-anak juga membutuhkan lingkungan yang mendorong mereka memiliki karakter, kreativitas, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian mengambil peran.

“Generasi unggul tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Mereka juga perlu disiplin, kreatif, percaya diri, mampu bekerja sama, dan memiliki karakter yang kuat. Ruang-ruang seperti inilah yang perlu terus kita hadirkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan dukungan lintas pihak. Pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi muda.

Pelaksanaan LPBB dan Festival Anak juga menjadi bagian dari dukungan terhadap semangat Nawa Bhakti Satya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, khususnya Jatim Cerdas dan Jatim Sehat.

Jatim Cerdas, kata Asep, tidak sebatas berbicara mengenai prestasi akademik. Pengembangan kreativitas, keterampilan sosial, komunikasi, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

Sementara semangat Jatim Sehat dapat dibangun melalui aktivitas positif yang mendorong kebugaran, interaksi sosial, kepercayaan diri, serta tumbuh kembang anak secara optimal.

“Pembangunan daerah bukan hanya tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kita juga harus menyiapkan manusianya. Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Jawa Timur di masa depan,” tegas Asep.

Melalui kegiatan tersebut, peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Bakorwil Malang diarahkan tidak berhenti pada seremoni. Partisipasi ribuan peserta menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pembelajaran sekaligus apresiasi bagi generasi muda.

Pesan yang dibangun pun menjadi lebih substantif: kemajuan Jawa Timur tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak sekarang—generasi yang cerdas, sehat, disiplin, kreatif, percaya diri, dan berkarakter.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *