Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Nasional

ISYOUTH 2026 Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental Remaja

152
×

ISYOUTH 2026 Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental Remaja

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SURABAYA – Kesehatan mental generasi muda menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tantangan sosial dan perkembangan teknologi digital. Merespons kebutuhan tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jawa Timur menghadirkan Inspiring Summit for Youth (ISYOUTH) 2026 sebagai ruang partisipasi pelajar untuk memperkuat kesadaran, menyampaikan aspirasi, dan melahirkan gagasan positif terkait kesejahteraan mental anak dan remaja.

Diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Sabtu (10/10/2026), konferensi internasional ini mengusung tema “My Voice, My Well-being, My Impact: From Ideas to Positive Action”. Kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut melibatkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Asia Tenggara dan sejumlah negara lainnya, dengan dukungan UNICEF Indonesia serta fasilitasi pegiat hak anak dari Forum Anak (FAN) Jawa Timur.

Example 300x600

ISYOUTH 2026 dirancang dengan menempatkan anak muda sebagai subjek utama kegiatan. Selain berpartisipasi sebagai peserta, para pelajar terlibat dalam kepanitiaan, menjadi moderator, hingga menyampaikan materi. Keterlibatan langsung ini menjadi bagian dari upaya membangun ruang dialog yang memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mengartikulasikan kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Chairperson YPI Al Azhar East Java, Anna Luthfie, dan Chairman YPI Al Azhar, Dr. H. Fuad Bawazier. Kolaborasi lintas lembaga ini mempertegas pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan psikologis dan pembentukan karakter peserta didik.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, membuka konferensi tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung agar anak serta remaja dapat berkembang secara optimal, termasuk dalam aspek kesehatan mental.

Sekolah dan pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun budaya saling menghargai, memperkuat dukungan emosional, serta mencegah berbagai bentuk perlakuan yang dapat mengganggu kesejahteraan psikologis siswa. Sejalan dengan hal tersebut, YPI Al Azhar menegaskan komitmennya untuk mendukung pembentukan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kesehatan mental yang baik.

 

UNICEF: Suara Anak Muda Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Urgensi kesehatan mental remaja turut disoroti UNICEF Indonesia. Chief of Java Field Office UNICEF Indonesia, Tubagus Arie Rukmantara, menyampaikan bahwa secara global satu dari tujuh anak berusia 10–19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental.

Gambaran tersebut menegaskan perlunya lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, dukungan, serta kesempatan bagi anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Dukungan dari keluarga, sekolah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang menunjang kesejahteraan mental generasi muda.

Arie menilai keterlibatan anak dalam membahas persoalan kesehatan  tidak boleh sebatas formalitas. Pengalaman dan pandangan mereka perlu menjadi pertimbangan dalam merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lingkungan pergaulan maupun pendidikan.

Melalui ISYOUTH 2026, UNICEF Indonesia bersama Kemenkes dan YPI Al Azhar Jawa Timur membuka ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, menyampaikan gagasan, dan berkontribusi dalam mendorong perubahan positif.

Menurut Arie, anak muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat menginspirasi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, baik secara fisik maupun mental. Karena itu, partisipasi mereka perlu diperkuat agar gagasan yang muncul tidak berhenti dalam forum diskusi, tetapi dapat berkembang menjadi tindakan nyata.

UNICEF Indonesia juga memberikan apresiasi kepada Forum Anak Jawa Timur atas keterlibatannya dalam memfasilitasi partisipasi pelajar. Peran tersebut dinilai memperkuat prinsip bahwa forum ini diselenggarakan dari, oleh, dan untuk anak muda.

Pendekatan partisipatif itu sekaligus menegaskan bahwa setiap anak berhak menyampaikan pendapat dan memperoleh ruang untuk berkontribusi. Dengan mendengarkan suara generasi muda, upaya membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental diharapkan menjadi semakin relevan dan berkelanjutan.

 

Pembicara Lintas Negara Angkat Tantangan Era Digital

Untuk memperluas wawasan peserta, ISYOUTH 2026 menghadirkan pembicara dari berbagai negara yang berbagi perspektif mengenai tantangan kesehatan mental remaja di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi.

Dua pembicara dari Amerika Serikat, Taanvi Arekapudi dan Ishitha Arekapudi, turut mengisi forum tersebut. Pembicara lainnya adalah Gabriel Leka dari Brussels, Belgia, serta Areli Rukmantara dari Tokyo, Jepang, yang merupakan peserta Teen Square Tokyo Project 2025.

Forum ini juga menghadirkan Paul Joshua dari Filipina, peserta ASEAN Children Forum 2022. Sementara itu, Vianney Lim dari Beijing, Tiongkok, hadir sebagai perwakilan ASEAN Youth Organization Chapter Indonesia dan Beijing Institute of Technology. Pembicara lainnya, Jason Lee, berasal dari Shanghai, Tiongkok, dan merupakan mahasiswa Shanghai University of Traditional Chinese Medicine penerima Chinese Government Scholarship.

Keberagaman latar belakang pembicara memberikan perspektif internasional dalam membahas persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan remaja. Sejumlah topik yang diangkat meliputi pengelolaan stres, pengaruh media sosial terhadap kondisi psikologis, pencegahan perundungan siber, serta pengembangan resiliensi dalam menghadapi tekanan di era digital.

Ruang digital yang semakin melekat dalam keseharian anak muda menghadirkan peluang sekaligus risiko. Kemudahan berkomunikasi dan memperoleh informasi dapat mendukung proses belajar serta pengembangan diri, tetapi juga berpotensi memunculkan tekanan sosial, ujaran kebencian, informasi menyesatkan, dan perundungan daring.

Situasi tersebut menuntut penguatan kemampuan remaja dalam memilah informasi, mengenali kondisi emosional, mengelola tekanan, dan membangun relasi yang sehat. Kemampuan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan psikologis juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesejahteraan mental.

Melalui pertukaran pengalaman dan diskusi lintas negara, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai tantangan tersebut sekaligus mengenali berbagai pendekatan yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

 

Kompetisi Kreatif Dorong Aksi Nyata Kesehatan Mental

ISYOUTH merupakan platform kolaboratif yang mempertemukan pelajar, pendidik, orang tua, pemerintah, komunitas, dan organisasi internasional untuk mendorong penguatan kesehatan mental, kreativitas, inovasi, kepemimpinan, serta ketangguhan generasi muda.

Berbagai program dikembangkan melalui diskusi, lokakarya, kompetisi inovasi, seminar, dan kegiatan pengasuhan orang tua atau parenting. Pelibatan beragam unsur tersebut ditujukan untuk memperkuat dukungan terhadap tumbuh kembang anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Pada penyelenggaraan 2026, perhatian khusus diberikan terhadap persoalan yang muncul seiring meningkatnya aktivitas anak di ruang digital. Perundungan siber, ujaran kebencian, misinformasi, dan tekanan psikologis menjadi sejumlah tantangan yang diangkat dalam rangkaian kegiatan.

Untuk mendorong partisipasi yang lebih konkret, penyelenggara mengadakan lomba storytelling dan poster bertema kesehatan mental bagi siswa jenjang SD hingga SMP. Adapun Global Mental Health Innovation Challenge diperuntukkan bagi peserta jenjang SD hingga SMA/SMK.

Kedua program tersebut mengangkat isu kesehatan emosional, strategi pengelolaan stres, dampak media sosial, serta penguatan resiliensi digital. Melalui kompetisi ini, peserta didorong untuk menuangkan pemahaman dan kepedulian mereka ke dalam karya maupun gagasan inovatif yang berpotensi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyelenggaraan ISYOUTH 2026 berlangsung secara daring melalui Zoom pada Sabtu (10/10/2026), pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.

Kolaborasi Kemenkes, YPI Al Azhar Jawa Timur, UNICEF Indonesia, dan Forum Anak Jawa Timur melalui kegiatan ini diharapkan memperkuat perhatian terhadap kesehatan mental sebagai bagian tak terpisahkan dari perkembangan generasi muda.

Lebih dari sekadar peringatan tahunan, ISYOUTH 2026 menjadi ruang untuk mendorong keterlibatan anak dalam membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan suportif. Penguatan partisipasi, peningkatan pemahaman, serta penerjemahan gagasan menjadi aksi nyata diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya generasi muda yang sehat, tangguh, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *