JATIMTERBARU.COM, MALANG – Kecelakaan maut di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, merenggut nyawa SAH (10), siswi kelas IV MIN 1 Malang, Sabtu (10/10/2026) siang. Korban terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya sebelum tertabrak Bus Trans Jatim. Saat itu, SAH sedang pulang setelah mengikuti seleksi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) cabang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Insiden sekitar pukul 12.05 WIB di depan SMAN 6 Malang tersebut melibatkan sepeda motor Honda PCX bernomor polisi N 4413 ADR dan Bus Trans Jatim koridor MI-107 bernomor polisi N 7267 UE.
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Eko Prasetyo, membenarkan kecelakaan yang merenggut nyawa siswi tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan resmi pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB.
“Laporan kecelakaan tersebut masuk kepada kami sekitar pukul 17.00 WIB,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
Polisi menghimpun keterangan saksi untuk mengungkap kronologi kejadian. Berdasarkan informasi awal, kakak korban berinisial SH (17) mengendarai Honda PCX dari arah utara menuju selatan. SAH duduk di bagian belakang sepeda motor.
Saat melintasi lokasi kejadian, SH diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan. Kondisi tersebut diduga membuat SAH kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sisi kanan jalan.
Pada saat bersamaan, Bus Trans Jatim yang dikemudikan AS (51) melaju dari arah selatan menuju utara. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat pengemudi bus kesulitan menghindari korban. Benturan pun terjadi dan menyebabkan SAH mengalami luka berat.
Seorang kerabat korban yang berada di lokasi menjelaskan bahwa SH menjemput SAH menggunakan sepeda motor setelah adiknya mengikuti seleksi MTQ. Ia juga menyebut dugaan pengendara mengantuk sebagai faktor yang mendahului kecelakaan tersebut.
Korban Meninggal, Kakak Jalani Perawatan
Petugas segera membawa SAH ke RSUD Kota Malang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tim medis melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawa korban. Namun, luka memar parah di bagian kepala membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Sementara itu, SH mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Tim medis kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani perawatan lanjutan, termasuk pemeriksaan CT scan.
Kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban luka dari pihak penumpang Bus Trans Jatim. Seluruh penumpang selamat, meskipun benturan menyebabkan kaca depan bus mengalami retakan parah.
Polisi Klarifikasi Isu Kecelakaan di Jalan Kelud
Di tengah perhatian masyarakat terhadap kecelakaan maut tersebut, informasi mengenai dugaan insiden lain yang melibatkan Bus Trans Jatim di perempatan Jalan Kelud, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, turut beredar di media sosial.
Menanggapi kabar tersebut, Unit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima laporan kecelakaan Bus Trans Jatim di kawasan Jalan Kelud. Eko memastikan bahwa insiden yang terkonfirmasi terjadi di Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang.
“Untuk insiden di dekat perempatan Jalan Kelud tidak ada laporan yang masuk ke kami, dan kejadian itu tidak ada,” tegas Eko.
Polisi Imbau Pengendara Waspada
Menyusul peristiwa tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Pengendara perlu menjaga konsentrasi dan memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum memulai perjalanan.
Pengendara juga perlu segera berhenti di tempat aman ketika mulai mengantuk atau merasa lelah. Langkah tersebut membantu menjaga kendali kendaraan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
















