JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mendorong penguatan kolaborasi untuk memajukan pariwisata Kabupaten Kediri. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kediri periode 2026–2031, Rabu (14/10/2026).
Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sapta Pesona, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus BPD PHRI Jawa Timur, serta jajaran BPC PHRI Kabupaten Kediri turut hadir. Selain itu, perwakilan dinas terkait juga mengikuti kegiatan tersebut.
Pergantian kepengurusan ini menjadi momentum bagi PHRI untuk memperkuat kontribusinya terhadap sektor pariwisata. Karena itu, pengurus baru perlu membangun kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Langkah tersebut juga penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dandim Tekankan Kolaborasi dan Profesionalisme
Dalam sambutannya, Dhavid mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru mengemban amanah. Ia berharap mereka mampu menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata. Dengan demikian, PHRI dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Atas nama Kodim 0809/Kediri, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus BPC PHRI Kabupaten Kediri. Semoga amanah ini memperkuat kontribusi PHRI dalam memajukan pariwisata dan ekonomi daerah,” ujar Dhavid.
Menurutnya, Kabupaten Kediri memiliki potensi wisata yang besar. Kekayaan alam, budaya, sejarah, dan kuliner menjadi modal penting untuk menarik wisatawan. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang serius dan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, Dhavid mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Mereka juga perlu mengembangkan inovasi dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Melalui langkah tersebut, industri perhotelan dan restoran dapat meningkatkan daya saingnya.
“Dengan dukungan pengurus PHRI Kabupaten Kediri yang baru, kita berharap industri hotel dan restoran semakin solid, berkualitas, dan mampu menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi setiap pengunjung,” tuturnya.
Selain meningkatkan mutu layanan, pelaku usaha perlu membangun citra positif destinasi wisata. Sebab, pelayanan yang profesional dapat meninggalkan kesan baik bagi pengunjung. Pengalaman positif tersebut juga berpeluang mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung.
Dengan demikian, Kabupaten Kediri dapat memperkuat posisinya di tengah persaingan destinasi wisata. Pada saat yang sama, pertumbuhan kunjungan wisatawan berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Disparbud Perkuat Sinergi dengan PHRI
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kemitraan dengan PHRI. Ia menilai kerja sama tersebut penting untuk membangun industri pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menurut Mustika, pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu menyatukan langkah dalam mengembangkan potensi wisata. Selain meningkatkan standar pelayanan, kolaborasi tersebut dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi. Karena itu, ia berharap pengurus baru mampu membawa semangat dan gagasan segar bagi organisasi.
Mustika juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan daya tarik Kabupaten Kediri. Tidak hanya menawarkan destinasi yang menarik, daerah ini perlu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan. Dengan begitu, wisatawan tidak sekadar datang, tetapi juga terdorong untuk kembali.
“Pemerintah Kabupaten Kediri siap berjalan beriringan dengan PHRI untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas. Semoga amanah ini membawa energi, inovasi, dan semangat baru. Mari kita jadikan Kabupaten Kediri sebagai destinasi yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga dirindukan,” ungkap Mustika.
Ke depan, kepengurusan BPC PHRI periode 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat industri perhotelan dan restoran. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu menjaga konsistensi kolaborasi.
Selain meningkatkan daya saing destinasi, sinergi tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru. Pada akhirnya, pengembangan pariwisata yang terarah diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Kediri.
















