JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang terus mematangkan rencana operasional Bus Trans Jatim Koridor II. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak. Di antaranya DPRD Kota Malang, DPRD Provinsi Jawa Timur, dan Dishub Provinsi Jawa Timur.
Koordinasi tersebut membahas tiga hal utama. Mulai dari pemeriksaan data, penentuan rute, hingga kesiapan operasional. Pemkot Malang ingin menghadirkan layanan transportasi publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dishub Dalami Verifikasi Data
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami data 494. Proses ini mencakup klarifikasi dan verifikasi secara menyeluruh.
Widjaja merujuk hasil pertemuan di block office. Pertemuan tersebut melibatkan rekan-rekan ATRUN, Ketua DPRD, dan Dishub Provinsi Jawa Timur.
Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan data sebelum pemerintah mengambil keputusan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat dasar penentuan kebijakan.
Terminal Madyopuro atau Arjosari Jadi Opsi
Dishub Kota Malang masih mengkaji dua pilihan titik awal perjalanan. Kedua opsi tersebut ialah Terminal Madyopuro dan Terminal Arjosari.
Selain itu, Dishub juga menghitung kebutuhan integrasi dengan angkutan pengumpan atau feeder. Pemerintah turut mempertimbangkan permintaan penumpang dan jangkauan rute.
Ketersediaan armada juga menjadi perhatian. Begitu pula kesiapan operasional di lapangan. Seluruh aspek tersebut perlu mendapat pertimbangan sebelum pemerintah menentukan rute akhir.
Kebutuhan Masyarakat Jadi Pertimbangan
Widjaja menekankan pentingnya kebutuhan masyarakat dalam menentukan kebijakan transportasi. Menurutnya, pemerintah perlu menyesuaikan layanan dengan kebutuhan nyata pengguna Trans Jatim.
Di sisi lain, pengoperasian transportasi publik dapat membawa dampak positif maupun negatif. Karena itu, Dishub berupaya memaksimalkan manfaat layanan. Pada saat yang sama, pemerintah juga ingin menekan potensi persoalan.
Widjaja menilai perkembangan Kota Malang menuntut peningkatan kualitas transportasi publik. Oleh sebab itu, pemerintah perlu terus menyesuaikan layanan dengan mobilitas warga.
Dishub Bidik Operasional Oktober-November
Widjaja memperkirakan Trans Jatim Koridor II berpeluang mulai beroperasi pada Oktober atau November. Ia mengacu pada pola tahun sebelumnya. Saat itu, pemerintah meresmikan layanan pada November.
Meski demikian, Dishub masih mematangkan sejumlah persiapan. Fokusnya mencakup rute, armada, dan integrasi layanan. Persiapan tersebut penting untuk mendukung kelancaran operasional.
Jam Operasional Berpotensi Bertambah
Dishub Kota Malang juga mengusulkan penambahan jam operasional hingga tiga jam lebih malam. Usulan ini merespons kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik pada malam hari.
Selama ini, layanan umumnya berakhir sekitar pukul 21.00 WIB. Jika pemerintah menyetujui usulan tersebut, masyarakat berpeluang menikmati layanan lebih lama.
Dishub terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait. Melalui persiapan yang matang, Pemkot Malang berharap Trans Jatim Koridor II mampu memperkuat konektivitas antarkawasan.
Selain itu, layanan ini diharapkan mendukung transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi.
















