Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Pemkot Malang Alihkan Retreat ke Capacity Building

93
×

Pemkot Malang Alihkan Retreat ke Capacity Building

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang tetap melanjutkan program peningkatan kompetensi kepala sekolah SD dan SMP. Namun, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan pemerintah tidak menggunakan format retreat untuk menjalankan program tersebut.

Wahyu menegaskan, pembatalan retreat tidak menghapus agenda pengembangan kapasitas kepala sekolah. Pemkot Malang tetap menjalankan program sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Example 300x600

Wahyu menyampaikan penjelasan itu kepada awak media di Mini Block Office (MBO), Selasa (20/10/2026). Ia memberikan keterangan seusai menghadiri pelantikan pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang periode 2026–2031.

Menurut Wahyu, keputusan membatalkan retreat sudah ia sampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang sejak jauh hari. Ia membantah keputusan tersebut muncul sebagai respons atas polemik yang belakangan ramai di media.

“Saya telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk tidak melanjutkan agenda itu sejak jauh-jauh hari. Sudah sejak awal, hanya saja ramai di media. Saya sudah memanggil Pak Kepala Dinas untuk tidak melaksanakannya,” ujar Wahyu.

Pemkot Malang Sesuaikan Format Kegiatan

Wahyu menjelaskan, pemerintah tetap memprioritaskan peningkatan kemampuan kepala sekolah. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan perlu menyesuaikan bentuk kegiatan dengan arahan wali kota serta ketentuan anggaran yang berlaku.

Ia menekankan bahwa capacity building menjadi tujuan utama program tersebut. Dengan skema ini, pemerintah tetap dapat mengembangkan kompetensi kepala sekolah tanpa menggelar retreat.

“Ya, sesuai dengan DPA-nya. Itu sebenarnya untuk capacity building atau peningkatan kemampuan. Jadi, program dasarnya tetap berjalan untuk peningkatan kapasitas, hanya saja bentuk kegiatannya bukan berupa retreat,” jelasnya.

Penyesuaian tersebut menitikberatkan pada substansi program, bukan sekadar format pelaksanaan. Pemkot Malang ingin memastikan kegiatan pengembangan kompetensi tetap berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan pendidikan.

Evaluasi Kepala Sekolah Tetap Menjadi Prioritas

Selain mengubah format kegiatan, Wahyu menyoroti pentingnya evaluasi kinerja kepala sekolah secara berkala. Menurutnya, evaluasi membantu pemerintah memantau kualitas pengelolaan sekolah sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Wahyu mendukung pelaksanaan evaluasi secara rutin. Namun, ia menilai pemerintah tidak harus mengaitkan proses tersebut dengan retreat atau menyiapkan anggaran khusus untuk kegiatan itu.

“Evaluasi itu penting dan tetap harus berjalan secara rutin, meskipun tidak dianggarkan secara khusus melalui kegiatan retreat,” tegasnya.

Pemkot Malang kini mengarahkan pelaksanaan program agar tetap berfokus pada peningkatan kompetensi dan evaluasi kinerja. Melalui penyesuaian ini, pemerintah ingin menjaga kualitas kepemimpinan sekolah sekaligus memastikan setiap kegiatan mengikuti ketentuan anggaran.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *